|
|
| |
Edisi. 11/XXXII/12 - 18 Mei 2003
|
|
Lelaki dengan Lensa Anti-Perang
Fotografer James Nachtwey telah menjadi wakil mata bagi dunia yang tua. Setelah seperempat abad terakhir kameranya tak lelah memberikan kesaksian pada sifat manusia yang paling sukar dibunuh: serakah dan keji. Dari perang di El Salvador, ke Guatemala, ke dalam perapian di Belfast dan tumpukan jenazah di Zaire; kerusuhan di Jakarta dan Perang Irak, Nachtwey menjelma dari seorang fotografer perang menjadi fotografer antiperang. Apa bedanya antara kedua sebutan itu? Bagaimana jika dia menghadapi dilema menolong korban atau merekam sebuah momen yang dahsyat? Ikuti wawancara TEMPO dengan fotografer terkemuka ini serta foto-foto eksklusifnya.
|
|
Sebuah Kamera Bernama Tragedi
|
|
Seorang Penjelajah Bernama Nachtwey
Di setiap perang dan kawasan konflik, pasti ada seorang pria jangkung, tampan, dan simpatik dengan segenggam kamera raksasa merekam sejarah. Diakah seorang penyair yang menggunakan foto sebagai bahasa?
|
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|