Banyak Jalan Menuju Perang |
Perang Aceh kini di depan mata. Ia bisa pecah kapan saja dan dengan cara apa saja. Perang bisa datang mendadak dan serentak tapi juga bisa datang perlahan. TNI dan GAM kini seperti berlomba mendatangkan maut ke negeri bunga jeumpa itu.
Jakarta telah mengirim lebih dari 6.000 pasukan tambahan ke Aceh, selain 23.000 lainnya yang sebelumnya telah berada di sana. GAM bersiap dengan taktik perang gerilya. "Kami yang akan menentukan kapan dan di mana perang berlangsung," kata juru bicara GAM, Sofyan Daud.
Taktik perang disiapkan. Juga rencana aksi kemanusiaan untuk membungkus kekerasan. Di luar itu, kehendak untuk berunding tetap dibuka. Semua cara disiapkan, semua strategi diatur. Semua untuk memperebutkan sepetak tanah bunga jeumpa.
Adi Prasetya, Zaenal Bakri (Lhokseumawe)
Skenario Jakarta Menghadapi GAM
Pertama:
- Menggelar operasi terpadu yang meliputi operasi kemanusiaan, penegakan hukum, pemantapan jalannya pemerintahan, dan operasi pemulihan keamanan
- TNI telah menurunkan pasukan zeni untuk memperbaiki sarana infrastruktur di Aceh
- Polda menahan empat juru runding GAM dalam Komite Keamanan Bersama (JSC)
- Penggantian Pangdam Iskandar Muda M. Djali Yusuf
- Menyiapkan dana Rp 400 miliar untuk operasi kemanusiaan
Kedua:
- Memberi tenggat 12 Mei kepada GAM untuk melanjutkan dialog. Jika tidak, operasi militer akan digelar TNI
- Pengendalian TNI akan dilakukan dari Markas Komando Operasi TNI yang berpusat di Lhokseumawe
- Droping logistik dapat dipasok dari Jakarta ke Aceh melalui Bandara Malikussaleh (Lhokseumawe), Lapangan Terbang Rembele (Takengon) dan Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh)
- Mula-mula pasukan marinir mendarat dan menyisir Pantai Aceh
- Pasukan TNI AD dan Paskhas TNI AU masuk ke pedalaman menusuk jantung GAM
- Pasukan Linud Kostrad diterjunkan dengan payung dan menjadi tumpuan penetrasi ke markas GAM
- Pasukan pemantau TNI AU memakai Nomad N-24 dan Boeing 737 dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS) mendukung serangan pasukan di darat
- Pesawat pengebom Bronco OV-10 siap diterbangkan dari Bandara Polonia Medan menuju Pidie, Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara
Ketiga:
- Jika GAM menunjukkan sikap kooperatif, pemerintah akan duduk kembali di meja perundingan. Dialog dilakukan dengan syarat GAM mengakui Aceh sebagai bagian dari wilayah Republik Indonesia
Skenario GAM Menghadapi Jakarta
- GAM kini telah menyiapkan senjata dan personelnya dalam posisi siap perang. "Kami yang akan menentukan kapan dan di mana pertempuran itu akan berlangsung," kata juru bicara GAM, Teuku Sofyan Daud
Muzakir Manaf akan memegang komando gerilya. Diduga Muzakir untuk mengatur strateginya dari hutan di Aceh Utara, hutan Jeunieb di Bireuen, ataupun pedalaman Pidie.
- GAM menyusupkan tentaranya ke penduduk sipil dan menjadikan mereka sebagai "pertahanan" hidup. Dengan cara ini, gerak maju TNI bisa ditahan.
|