Penerbitan 'Treasury Bills' Dibatalkan |
Departemen Keuangan membatalkan rencana penerbitan surat utang negara (SUN) jangka pendek—di bawah satu tahun. Surat utang jenis ini sering disebut treasury bills (T-bills). Semula Departemen Keuangan akan menerbitkan T-bills senilai Rp 5 triliun, secara bertahap sepanjang tahun 2003.
Namun Menteri Keuangan Boediono menyatakan, jika tahun ini T-bills jadi dikeluarkan, berarti tahun depan pemerintah harus membayar pokok plus bunga. "Padahal, dalam periode 2004-2009 banyak SUN yang juga akan jatuh tempo," katanya menjelaskan. Pada tahun 2004, SUN yang jatuh tempo Rp 23,8 triliun dan tahun 2005 Rp 20 triliun. Dengan sumber pembiayaan yang pas-pasan, dikhawatirkan pemerintah akan tidak mampu menunaikan kewajibannya yang segunung itu.
Sebagai pengganti T-bills, akan diterbitkan SUN berjangka waktu lebih panjang (treasury bonds) dengan jumlah yang persis sama. Semula, komposisinya Rp 5 triliun T-bills dan Rp 2,2 triliun T-bonds, tapi kini seluruh surat utang negara (Rp 7,7 triliun) akan dikeluarkan dalam bentuk T-bonds.
Menurut Boediono, dengan T-bonds, negara punya keuntungan ganda. Pertama, biayanya jelas lebih murah daripada T-bills, yang setiap tahun harus dibayar pokoknya. Kedua, dengan memperpanjang waktu jatuh tempo SUN, terhindarlah tambahan beban pada periode 2004-2009.
|