Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 11/XXXII/12 - 18 Mei 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

Penundaan untuk Indofarma

Proses penjualan saham PT Indofarma Tbk. ditunda. Keputusan ini merupakan tindak lanjut terhadap kemelut keuangan yang melanda perusahaan farmasi tersebut. Laporan keuangan tahun buku 2002—yang belum juga dipublikasikan—menyebut Indofarma merugi Rp 20 miliar. Ini aneh. Soalnya, sampai akhir September masih untung Rp 88 miliar. Penjualan pun diprediksi akan naik 14 persen. Nah, keanehan ini diduga karena ada kesalahan dalam penyajian laporan keuangan tiga triwulan pertama tahun 2002.

Buntut dari penundaan itu terjadi Selasa lalu, ketika BEJ memutuskan untuk menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham Indofarma. Penundaan ini akan dilakukan sampai manajemen memberikan penjelasan mengenai "keanehan" laporan keuangan tersebut melalui paparan publik.

Tentang "kelalaian" Indofarma itu, ada komentar pedas dari Deputi Menteri Negara BUMN Mahmuddin Yasin. Katanya, jika betul Indofarma merugi, berarti ada masalah internal yang memerlukan perbaikan. Karena itu perlu dilakukan perbaikan. Pernyataannya ini lantas diartikan sebagai sinyal untuk mengganti manajemen Indofarma.

Direktur Indofarma Edy Pramono tak ambil pusing. "Kalau pemerintah menilai kami kurang perform, saya siap menerima konsekuensi itu," katanya seraya mengingatkan hak pemerintah untuk mengganti manajemen Indofarma.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data