|
SAYA ingin mengoreksi artikel TEMPO, Edisi 14-20 April 2003 berjudul ”Senja Kala Candra Naya”. Saya rasa foto yang dinyatakan sebagai bangunan Candra Naya pada tahun 1872 adalah keliru. Gambar itu sebenarnya adalah gedung bekas Kedubes RRT (1950-1966) yang terletak di Jalan Gajah Mada No. 211, Jakarta Pusat.
Untuk lebih jelasnya bahwa pada awal abad ke-19 seorang tuan kaya raya bernama Khouw Tian Sek membangun tiga buah gedung megah bergaya arsitektur Tiongkok untuk ketiga orang putranya, di sepanjang Jalan Gajah Mada, yakni No. 175 untuk Khouw Tjeng Po (terakhir jadi gedung SMU Negeri 2), No. 188 untuk Khouw Tjeng Tjoan (terakhir jadi gedung Candra Naya), No. 211 untuk Khouw Tjeng Kie (terakhir jadi Kedubes RRT).
Pada artikel tertulis nama ”Khouw Tjoen” perlu juga dikoreksi menjadi Khouw Tjeng Tjoan. Masa jabatan Khouw Kim An sebagai mayor atau kepala komunitas orang tionghoa di Batavia yang benar adalah tahun 1910-1918 dan kemudian 1927-1942. Beliau wafat di kamp internir Jepang pada bulan Februari 1945 tepat pada malam Tahun Baru Imlek.
IR. HENDRA LUKITO
Kebon Jeruk, Jakarta
—Terima kasih atas koreksi Anda.
|