Irma Hutabarat Obat Capek |
D IBELIT dugaan penyalahgunaan duit, Irma Hutabarat tak berhenti mencari kesibukan. Lewat lembaga yang dipimpinnya, Institute on Civic Education on Indonesia (Ice on Indonesia), kini ia melempar program beasiswa buat anak-anak kurang pandai. Kasihan, selama ini tidak ada yang mempedulikan bocah-bocah kurang pintar dari kalangan miskin. Padahal, "Pendidikan bukan hak anak-anak pandai saja," ujarnya.
Kesibukan itu sekaligus untuk mengobati kelelahannya menghadapi dugaan penyelewengan dana banjir Rp 4,2 miliar di Ice on Indonesia. Selama tujuh bulan, dia harus bolak-balik berurusan dengan hamba wet. Toh, Irma menuai kegembiraan akhir Maret lalu. Ia menang dalam gugatannya terhadap Farid Faqih dari GOWA, pelapor pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Selesaikah? Belum. Kendati sedang bergumul dengan kegiatan lain, sesekali dia mesti berkisah tentang kasusnya. Capek, lagi. "Apalagi jika wartawannya belum paham, sehingga perlu dibeberkan lagi dari awal," ujarnya sambil menebar senyum.
|