Operasi Pasar Gula di Makassar Ricuh |
OPERASI pasar bisa bikin gusar. Itulah yang terjadi saat berlangsung operasi pasar gula di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan lalu. Gara-garanya, petugas lapangan berniat membagikan gula melalui koperasi pasar. Tindakan itu langsung mendapat protes keras dari puluhan pedagang pengecer. Mereka langsung mengerubuti mobil truk pengangkut gula. Bentrokan tak dapat dihindari, beberapa pedagang dan distributor luka-luka.
Pedagang punya alasan. Menurut H. Amir, salah seorang pedagang setempat, operasi pasar tidak akan efektif jika pendistribusiannya melewati banyak pintu. Gula dikeluarkan dari Dolog, masuk distributor, lalu dikirim ke koperasi. Pasalnya, setiap pintu akan mengutip tambahan bayaran, sebagai keuntungan. ”Kami jelas protes. Karena harga gula melalui koperasi dinaikkan Rp 5.000. Artinya, harga tetap akan mahal,” ujar Amir.
Pihak distributor juga punya maksud. Koperasi diminta menyalurkan gula agar lebih kena sasaran. Menurut Faizal, kalau langsung ditangani distributor, pihaknya harus seharian menunggu konsumen yang datang membeli langsung.
Tapi, jika diserahkan ke koperasi pasar, pendistribusian selanjutnya menjadi tanggung jawab mereka. Harga untuk koperasi tak beda dengan jualan langsung di pasar, yakni Rp 200 ribu per sak. ”Tapi kami tak tahu lagi kalau koperasi menaikkan harga,” kata Faizal. Itulah justru yang jadi pangkal penyebab: makin mahal.
|