Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 10/XXXII/05 - 11 Mei 2003
   
Peristiwa

Operasi Pasar Gula di Makassar Ricuh

OPERASI pasar bisa bikin gusar. Itulah yang terjadi saat berlangsung operasi pasar gula di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan lalu. Gara-garanya, petugas lapangan berniat membagikan gula melalui koperasi pasar. Tindakan itu langsung mendapat protes keras dari puluhan pedagang pengecer. Mereka langsung mengerubuti mobil truk pengangkut gula. Bentrokan tak dapat dihindari, beberapa pedagang dan distributor luka-luka.

Pedagang punya alasan. Menurut H. Amir, salah seorang pedagang setempat, operasi pasar tidak akan efektif jika pendistribusiannya melewati banyak pintu. Gula dikeluarkan dari Dolog, masuk distributor, lalu dikirim ke koperasi. Pasalnya, setiap pintu akan mengutip tambahan bayaran, sebagai keuntungan. ”Kami jelas protes. Karena harga gula melalui koperasi dinaikkan Rp 5.000. Artinya, harga tetap akan mahal,” ujar Amir.

Pihak distributor juga punya maksud. Koperasi diminta menyalurkan gula agar lebih kena sasaran. Menurut Faizal, kalau langsung ditangani distributor, pihaknya harus seharian menunggu konsumen yang datang membeli langsung.

Tapi, jika diserahkan ke koperasi pasar, pendistribusian selanjutnya menjadi tanggung jawab mereka. Harga untuk koperasi tak beda dengan jualan langsung di pasar, yakni Rp 200 ribu per sak. ”Tapi kami tak tahu lagi kalau koperasi menaikkan harga,” kata Faizal. Itulah justru yang jadi pangkal penyebab: makin mahal.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data