Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 10/XXXII/05 - 11 Mei 2003
   
Monitor

Inul, Silakan 'Ngebor'

Meski menilai goyangan Inul erotis, responden berpendapat larangan bergoyang kepada Inul berlebihan.



INUL kini bisa tersenyum. Setelah dia tersedu-sedan karena didamprat "Raja Dangdut" Rhoma Irama akibat goyangannya yang aduhai, simpati publik kini berbalik datang ke arahnya. Jumat lalu, sejumlah aktivis perempuan dan seniman berdemonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, mendukung Inul. "Dia adalah maskot perlawanan kaum perempuan," begitu kata salah seorang demonstran.

Kontroversi seputar Inul tampaknya dimenangi penyanyi dangdut asal Pasuruan, Jawa Timur, itu. Sebelumnya, setelah ditegur oleh Rhoma Irama pada 25 April lalu, ia lebih sering membisu. Rhoma menudingnya menjebloskan musik dangdut ke comberan.

Tak kurang dari bekas presiden Abdurrahman Wahid ikut membela Inul. "Rhoma tidak berhak melarang dia," kata Abdurrahman. Di Jakarta, tak kurang dari 92 organisasi masyarakat mengecam Rhoma Irama.

Di mata responden jajak pendapat TEMPO, desakan untuk menghentikan tayangan goyang ngebor Inul amat berlebihan. Meski sebagian besar responden menilai bahwa gaya ngebor itu berkesan erotis, mereka tetap ingin Inul tampil di panggung dan televisi.

Responden menilai Rhoma sama sekali tidak berhak melarang, apalagi meminta stasiun televisi mencekal penampilan Inul. Sebagian responden menilai bahwa ada unsur kecemburuan dalam desakan Rhoma Irama itu. Harap maklum, nama Inul kini meroket jauh di atas popularitas penyanyi dangdut yang paling populer sekalipun. Karena itu, ngebor terus, Inul!

Wenseslaus Manggut



Dari mana Anda mengetahui Inul Daratista?*
Televisi98,27%
Koran/majalah64,23%
Dari teman/saudara13,46%
VCD7,88%
Menonton langsung pertunjukan Inul3,08%
*Responden boleh memberikan lebih dari 1 jawaban.
 
Seberapa sering Anda menonton goyangan Inul Daratista di televisi
Setiap tayangan53,08%
Sesekali46,73%
 
Menurut Anda, erotiskah goyangan Inul itu?
Ya, erotis59,62%
Tidak erotis40,19%
 
Setuju/tidak setujukah Anda jika Inul Daratista dicekal pertunjukannya?
Ya, setuju21,54%
Tidak setuju78,27%
 
Menurut Anda, layakkah Rhoma Irama mendesak sejumlah stasiun televisi untuk menghentikan penayangan Inul?
Ya16,73%
Tidak83,08%
 
Menurut Anda, apa motivasi utama Rhoma Irama mendesak pencekalan tersebut?
Kecemburuan sesama artis karena kesuksesan Inul55%
Murni karena alasan moral43,85%
Kecewa sebagai pendiri musik dangdut0,96%
 


Metodologi jajak pendapat :

Penelitian dilakukan oleh Majalah TEMPO bekerja sama dengan Insight. Data diambil dari 520 responden di DKI Jakarta pada 29 April hingga 1 Mei 2003. Margin of error jajak pendapat ini adalah 4-6 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka.

Independent Market Research

Tel: 5711740-41, 5703844-45 Fax: 5704974


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
28/XXXVII/01 - 7 September 2008

 

Berita lainnya

Podolski Membuktikan Diri - 07 Sep 2008 | 09:40 WIB
Hasil Penyisihan Piala Dunia Eropa - 07 Sep 2008 | 09:40 WIB
Makanan Pasar di Balikpapan Memakai Pewarna Tekstil - 07 Sep 2008 | 09:25 WIB
Danamon Cairkan Rp 3,2 Triliun Kredit Masyarakat Kalimantan - 07 Sep 2008 | 09:14 WIB
Portugal Optimistis Kalahkan Denmark - 07 Sep 2008 | 09:11 WIB
Pemerintah AS Ambil Alih Manajemen Fannie Mae dan Freddie Mac - 07 Sep 2008 | 08:52 WIB
Capello Belum Puas dengan Cole - 07 Sep 2008 | 08:42 WIB
Daya Beli Petani Nusa Tenggara Barat Anjlok - 07 Sep 2008 | 08:30 WIB
Paraguay Kokoh di Puncak, Argentina Puas - 07 Sep 2008 | 08:07 WIB
Gempa 5,3 SR Landa Laut Maluku   - 07 Sep 2008 | 08:05 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data