|
JANGAN sering-sering terjebak kemacetan lalu lintas. Ada stres membayangi, ada juga ancaman kemandulan. Kualitas sperma lelaki tua dan muda yang kerap menghirup udara terpolusi turun. Temuan heboh ini dilansir Kamis pekan lalu dari penelitian di Universitas Napoli, Italia.
Sebagaimana ditulis jurnal Human Reproduction edisi 30 April 2003, penelitian yang dipimpin Dr. Michele de Rosa menguji sperma 85 pria yang bekerja di pintu-pintu jalan tol di Italia. Mereka orang yang tiap hari berada dalam "kepungan" asap selama 6 jam.
Ternyata kualitas sperma para penjaga pintu jalan tol lebih rendah. "Secara umum, sperma yang telah diuji tersebut lemah dan tidak aktif sehingga rendah potensinya," ujar De Rosa. Dengan kata lain, lamban gerakannya. De Rosa mengisyaratkan risiko hampir sama terhadap para pengemudi yang setiap hari terjebak kemacetan dalam jangka waktu sama tanpa penyaring udara. Asap knalpot mengandung nitrogen oksida, oksida belerang, dan karbon monoksida dalam kadar yang tinggi.
Menurut Dokter Wimpie Pangkahila, pakar andrologi, polusi udara dalam konsentrasi tinggi memang bisa merusak produksi sperma. Unsur seperti timbel atau nitrogen oksida yang menghambur dari knalpot kendaraan yang terhirup akan mengganggu produksi hormon testosteron, dari paru-paru masuk ke pembuluh darah, dan akhirnya sampai ke pembuluh darah buah pelir. Akibatnya mencemari proses spermatogenesis atau pembentukan sperma.
Dwi Arjanto
|