|
Seperti tak mau kalah dengan manusia, robot pun punya kejuaraan dunia sepak bola. Tentu saja, panitia penyelenggaranya masih manusia. Ribuan penontonnya—sebagian besar para ilmuwan dan anak-anak—juga masih manusia tulen. Tapi kemampuan robot berkembang dengan akselerasi yang sangat cepat. Bisa jadi, "Kelak panitia dan penontonnya para robot sendiri," ujar Enrico Pagello, Ketua Penyelenggara RoboCup 2003.
RoboCup pertama kali digelar pada 23-29 Agustus 1997 di Nagoya, Jepang. Meski baru pertama, 40 tim dari sembilan negara ikut mengambil bagian. Kejuaraan itu berbarengan dengan acara tahunan International Joint Conference on Artificial Intelligence (IJCAI). Ada dua kategori pertandingan: Liga Sepak Bola Robot Kecil dan Liga Sepak Bola Robot Sedang. Kategori pertama merupakan pertandingan untuk robot berdiameter 15-18 sentimeter dengan daya jelajah 180 sentimeter persegi. Sedangkan Liga Sepak Bola Robot Sedang untuk robot yang berdiameter 50 sentimeter dengan kemampuan jelajah hingga 2.000 sentimeter persegi.
Tentu saja, aturan mainnya berbeda dengan sepak bola manusia. Aturan ini bisa berubah dari waktu ke waktu mengingat kemajuan teknologi yang berkembang pesat. Tiap tim hanya terdiri atas lima robot. Untuk robot sedang, misalnya, pertandingan berlangsung di area seluas 5 X 10 meter dengan dua gawang mini berukuran 60 X 40 sentimeter. Bola yang digunakan adalah bola futsal dengan standar ukuran FIFA (Badan Sepak Bola Dunia).
Sejatinya, RoboCup tak hanya kejuaraan sepak bola dunia robot. Event internasional yang dilakukan empat kali dalam setahun ini ada-lah media untuk mengukur kemajuan teknologi dan arena bertukar informasi. Hal-hal teknis yang rumit—seperti algoritma, logika, kemampuan gerak, respons para robot—dibahas serius. Pembahasan juga menyinggung persoalan desain dan aneka "kelakuan" robot yang makin yahud.
RoboCup terakhir diadakan di Berlin, Jerman, pada 11-13 April 2003. Sebanyak 120 tim dari 11 negara, termasuk tim dari Republik Islam Iran, ikut ambil bagian. Philips RoboCup Team menang dalam kejuaraan kategori robot sedang. Untuk kelompok robot kecil, pemenangnya tim FU Fighters dari Inggris. Selain dua kategori itu, ada empat nomor baru: Liga Sony-Legged, Liga Simulasi, Liga Sepak Bola Simulasi, dan Liga Junior.
Sebuah mimpi besar kini tengah dibangun. Enrico Pagello, Ketua Penyelenggara RoboCup 2003, menyatakan akan menciptakan kesebelasan robot yang mampu bersaing dengan kesebelasan manusia. Rencananya, pada 2050, kesebelasan robot itu sudah siap mengalahkan kesebelasan manusia yang terdiri atas para bintang dunia. "Seperti superkomputer catur Deep Blue yang mengalahkan Garry Kasparov," ujar Enrico Pagello.
STY
|