BPPN Masih Menunggu Artha Graha |
Artha Graha memang istimewa. Meskipun sudah dua kali dipanggil untuk memaparkan rencana bisnisnya—dan tidak pernah datang—ia masih saja diberi kesempatan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BBPN) untuk ikut tender pembelian saham Bank Danamon. Saat ini terdapat tiga konsorsium yang berminat membeli saham Bank Danamon. Mereka adalah konsorsium Asia Finance yang terdiri atas Temasek dan Deutsche Bank, konsorsium Bank Mega, Bhakti Capital, dan Credit Suisse First Boston (CSFB), dan konsorsium Artha Graha.
Konsorsium Asia Finance dan konsorsium Bank Mega telah memaparkan rencana bisnisnya, sedangkan Artha Graha belum melakukannya. ”Kami beri waktu satu minggu kepada Artha Graha,” kata Deputi Ketua BPPN Bidang Restrukturisasi Perbankan, I Nyoman Sender. Kendati memberi kelonggaran kepada Artha Graha, toh BPPN tetap akan melakukan final bid pada Senin ini.
Semula, final bid itu direncanakan BPPN 28 April lalu. Namun, dengan alasan memberi kesempatan kepada para penawar untuk memaparkan rencana bisnisnya, penawaran akhir ditunda hingga Senin ini. BPPN berencana melepas saham Bank Danamon sebanyak 51 persen. Saat ini harga saham bank yang pernah dimiliki konglomerat Usman Admadjaja tersebut diperdagangkan pada level Rp 1.400 per lembar.
|