Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 09/XXXI/28 April - 04 Mei 2003
   
Ilmu dan Teknologi

Pukulan untuk Pentium 4

Intel menemukan "anomali" pada mikroprosesor Pentium 4 clock 3 GHz. Buntutnya, tiga vendor menghentikan produksi desktop mereka.

Sebuah kejutan besar dua pekan lalu menghajar Intel Corporation. Pabrik keping pintar (microchip) terbesar ini terpaksa menarik mikroprosesor Pentium 4 clock 3 GHz. Soalnya, mereka menemukan "anomali" alias kegagalan operasi pada produk paling anyar itu. Akibat kegagalan, proses kerja keping pintar itu tak memenuhi harapan. Bahkan ada dugaan kecepatan iterasinya malah menurun.

Sayangnya, pihak Intel seperti menutup diri. Tak ada penjelasan detail tentang kegagalan teknis pada Pentium 4 itu. Intel hanya menegaskan bahwa kegagalan tak harus membuat perubahan pada desain hardware keping pintar itu. "Kami dapat mengatasi persoalan ini," ujar George Alfs, juru bicara Intel Corporation.

Dean McCarron, analis komputer dari Mercury Research, justru menyatakan kegagalan Pentium 4 clock 3 GHz cukup serius. Meski tak harus mengubah desain hardware, menurut dia, harus ada modifikasi pada BIOS (basic input-output system) dan beberapa spesifikasi lainnya. Alhasil, para vendor yang telah menggunakan prosesor itu ketar-ketir.

Saat ini setidaknya ada tiga vendor yang telah menggunakan Pentium 4 clock 3 GHz, yaitu Dell, Gateway, dan Hewlett Packard. Mereka tengah menanti hasil perbaikan dari pihak Intel. Buntutnya memang berat. Ketiga vendor ternama ini terpaksa menghentikan sebagian produksi desktop. Dell, misalnya, sementara menunda produksi desktop Dell Dimension 8300. Sedangkan Gateway menghentikan pembuatan desktop Gateway 700XL. Tak jelas, berapa kerugian yang harus mereka tanggung.

Mikroprosesor Pentium 4 clock 3 GHz sebenarnya generasi terbaru keping pintar dari Intel. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya (seperti Pentium 4 clock 800 MHz), produk anyar ini telah dilengkapi dengan teknologi hyperthreading. Dari hasil uji laboratorium Intel, teknologi hyperthreading membuat kinerja prosesor meningkat dua kali lipat. Soalnya, arithmetic logarithm unit (ALU), yang menjadi "sistem berpikir" pada mikroprosesor, akan mampu mengerjakan dua proses berbeda secara simultan. Ibarat orang yang membuat kue, "Kita dapat memasak dua kue dalam satu oven sekaligus," ujar George Alfs.

Memang, untuk mendapatkan performa yang optimal, teknologi hyperthreading harus didukung pelbagai sistem lain. Ibarat sebuah mobil, sebuah produk keluaran terbaru yang memiliki kecepatan tinggi hanya bisa berfungsi baik di jalan bebas hambatan. Kalau harus offroad di jalan becek, ya, sami mawon dengan sebuah mobil tua. Untuk itulah, Intel merekomendasikan software dan hardware pendukung terbaru untuk menjalankan Pentium 4 clock 3 GHz ini. Untuk sistem operasi, misalnya, teknologi hyperthreading hanya berjalan pada Windows XP dan Linux 2.4.x.

Bagaimanapun, kegagalan pada produk Intel memberi angin segar bagi Advanced Micro Devices (AMD). Pabrik keping pintar yang menjadi pesaing terdekat Intel ini langsung berancang-ancang untuk menutup pasar yang tengah lowong. AMD dalam waktu dekat akan meluncurkan mikroprosesor terbaru dengan merek dagang Barton. Ini mikroprosesor tandingan bagi Pentium 4 clock 3 GHz. Sebelumnya, AMD cukup sukses dengan mikroprosesor Athlon XP.

Memang, hingga kini Intel masih memimpin pasaran. Meski beberapa kali ditemukan "anomali" dan cacat pada generasi Pentium, Intel, yang berdiri pada 1968, masih merajai pasar. Tahun lalu, Intel mengeruk pendapatan US$ 26,7 miliar. (Bandingkan dengan pendapatan AMD pada tahun yang sama yang "hanya" US$ 2,7 miliar.)

Cuma, bila kegagalan demi kegagalan menghantam Intel, bisa jadi performa keuangan dan citra mereka anjlok. Tengok saja akibat kegagalan operasi pada Pentium 4 clock 3 GHz ini, yang memaksa Intel memangkas harga jualnya. Tadinya, tiap keping prosesor itu dilego US$ 589. Tapi, setelah "anomali" terbongkar, Intel menetapkan harga banderol US$ 401 untuk tiap Pentium 4 clock 3 GHz (turun sekitar 32 persen). Harga yang pantas bagi sebuah kesalahan.

Setiyardi


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data