|
Saatnya Menikmati Emas Hitam
Saddam Hussein masih tak jelas nasibnya. Seluruh Irak, terutama Bagdad, masih dalam keadaan kacau, tanpa pemerintahan. Toh, AS bergerak cepat melaksanakan dua agenda penting: menyusun pemerintahan transisi dan melahap ladang minyak.
|
|
Hari-Hari Terakhir di Bagdad
Setelah melihat kematian dan banjir darah, wartawan TEMPO Rommy Fibri menyaksikan proses transisi seminggu setelah AS menguasai Irak. Berikut ini petikannya.
|
|
Kembalinya Para Revolusioner 'Rolex'
Sidang para tokoh oposisi Irak di Ur diwarnai demo massa yang merasa tidak terwakili. Jalan bangsa Irak menuju persatuan agaknya masih panjang.
|
|
Mereka Bersaing ke Kursi Saddam
|
|
Meneropong Masa Depan Ekonomi Irak
Pembangunan kembali perekonomian Irak bukan soal mudah. Selain utangnya besar, ada pertentangan antar-etnis yang berpotensi menyulut perebutan lahan minyak. Masih akan lama, sebelum rakyat Irak bisa sejahtera.
|
|
Karena Yergin Tak Didengar
|
|
Misteri yang Kian Pelik
Saddam Hussein yang diduga sudah meninggal muncul di siaran televisi. AS seperti makin sulit menemukannya.
|
|
Cap Darah Demi Balas Budi
|
|
Setelah Putusnya Mata Rantai
Para diplomat Irak di sejumlah negara kehilangan pegangan selepas jatuhnya Saddam Hussein. Ada yang minta suaka, ada yang menutup kedutaan.
|
|
Lima Aib Suriah
Setelah merontokkan rezim Saddam Hussein, Amerika Serikat mengincar tetangga Irak: Suriah. Apakah Amerika tengah memenuhi pesanan Israel?
|
|
Hujan Batu untuk Pak Polisi
Sebagian polisi Irak mulai kembali menertibkan keadaan. Tapi mereka bagian dari rezim Saddam.
|