Indonesia: "Kurangi Produksi Minyak" |
Indonesia mengusulkan kepada Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) agar mengurangi produksi sebesar 1,5 juta hingga 2 juta barel per hari. Pemotongan produksi diusulkan karena minyak dunia melimpah, sehingga diperlukan pengendalian harga. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa usul pemotongan produksi akan disampaikan dalam pertemuan OPEC pada 24 April di Wina, Austria. "Ini hanya salah satu cara agar harga minyak kembali ke harga yang dipatok OPEC," Purnomo menegaskan.
Sebelum perang Irak meletus, OPEC menyetujui produksi minyak para anggotanya dilakukan melebihi kuota. Cara itu dimaksudkan untuk menekan harga minyak dunia yang mencapai US$ 40 per barel. Negara yang memproduksi minyak dalam jumlah besar adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. Sedangkan Indonesia hanya mampu memproduksi sesuai dengan kuota, yakni 1,27 juta barel per hari.
Setelah Amerika dan sekutunya menduduki Irak, harga minyak berangsur-angsur turun. Saat ini harga minyak dunia berada pada kisaran US$ 25-US$ 26 per barel. Sementara itu, OPEC menetapkan harga antara US$ 22 dan US$ 28 per barel. Tapi Purnomo mengungkapkan bahwa Indonesia secara bertahap akan meningkatkan produksi minyaknya 100 hingga 150 ribu barel per hari. Dia tak menjelaskan alasannya dengan rinci, kecuali mengemukakan bahwa "Agustus tahun ini peningkatan produksi mulai dilakukan."
|