Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/XXXII/14 - 20 April 2003
   
Olahraga

Ada Apa dengan Ferrari?

MENJELANG berputarnya ajang Formula 1 (F1) tahun ini, Michael Schumacher sempat melambungkan sesumbar. Pembalap dari tim Ferrari yang tiga kali berturut-turut menjadi juara dunia ini mengingatkan lawan-lawannya agar mempersiapkan diri lebih baik. "Saya ingin mereka benar-benar tampil kuat di tahun ini," katanya.

Seruan itu bagaikan senjata makan tuan, memukul balik tim Ferrari sendiri. Lawan-lawannya benar-benar "mengamuk", tak memberikan kesempatan kepada Schumacher untuk menang dalam satu seri pun. Kini dia terseok-seok di urutan ke-8 klasemen sementara. Rekan satu timnya, Rubens Barrichello, hanya sedikit lebih baik prestasinya, berada di peringkat ke-7.

Ada apa dengan Ferrari? Ada kemungkinan gara-gara peraturan baru yang mulai diberlakukan tahun ini oleh Federasi Otomotif Internasional. Di situ diatur soal mesin mobil yang dipakai pada saat kualifikasi dan pertandingan, penentuan posisi kualifikasi, dan pemakaian ban. Semua pengaturan baru ini membuat persaingan lebih terbuka. Dan kelebihan kelengkapan mobil tim Ferrari, termasuk kualitas ban yang dipakainya, menjadi kurang berarti. Schumacher pun sempat sewot karena dengan aturan baru itu mobil pembalap mesti dikarantinakan setelah mengikuti kualifikasi sampai balapan sebenarnya dimulai.

Hanya, pengamat F1, Azrul Ananda, kurang sependapat dengan analisis semacam itu. Menurut dia, terseok-seoknya tim Ferrari lebih karena kesialan. Ambil contoh yang terjadi di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia. Di sini, Schumacher harus masuk pit saat berada di lap 6. Gara-garanya, ada masalah teknis pada mobilnya sehingga tidak bisa melaju kencang. Akhirnya, di sirkuit ini, dia hanya menduduki posisi keempat, tepat di belakang Kimi Raikkonen dari tim McLaren.

Kesembronoan juga terjadi saat Schumi, begitulah pembalap ini biasa disapa, berlaga di Sepang, Malaysia. Dia dihukum untuk masuk pit lantaran moncong mobilnya menyundul mobil pembalap lain di sebuah tikungan. Akibatnya, dia harus puas menduduki posisi keenam saat finis. Kesialan serupa menghampirinya saat Schumi berlaga di Sao Paulo, Brasil. Mobil F2002 yang digenjotnya sempat melintir pada sebuah lap.

Hanya, kejuaraan memang baru dimulai. Masih ada 13 putaran lagi. Ferrari masih bisa unjuk gigi. Apalagi, dalam balapan berikutnya, tim ini akan menjajal mobil barunya, F2003-GA, yang lebih greng. "Masih ada waktu untuk mengejar," ujar Luca Montezemolo, bos Ferrari, optimistis.

Endah W.S.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data