Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/XXXII/14 - 20 April 2003
   
Laporan Utama

Kukuh di Bawah Tanah

Syahdan, pada 1976, Saddam Hussein yang masih wakil presiden berkunjung ke Yugoslavia menemui Presiden Broz Tito. Saat itu Saddam diajak Tito ke sebuah bungker mewah yang bisa dipakai bersembunyi 500 orang dari serangan bom nuklir.

Saddam tertarik pada ide membangun tempat persembunyian bawah tanah. Baru sesudah menjadi presiden, pada 1980-an, ia mulai mewujudkan keinginannya dengan membangun bungker pertama di dekat Istana Republik dan Jembatan 14 Juli, di tengah Bagdad.

Para ahli bungker Tito dari Yugoslavia langsung ke Bagdad untuk membangun tempat persembunyian itu. Tempat-tempat berlindung lainnya yang dibangun kemudian kurang-lebih mirip apa yang sudah dibangun oleh insinyur Yugoslavia itu. Berikut ini kriterianya.


  1. Atap beton dengan ketebalan lebih dari 5 meter. Panjang atap beton 50-90 meter. Berat atap beton sekitar 450 ton.
  2. Bungker bisa melindungi Saddam dan pengikutnya selama 30 hari dalam serangan konvensional dan lima hari untuk serangan nuklir.
  3. ”Blok teknik” menyimpan cadangan air, bahan bakar, dan pembangkit tenaga listrik.
  4. ”Blok sanitasi” memiliki sistem penyaringan udara dan kontaminasi nuklir.
  5. ”Pusat komando” adalah ruangan yang penuh peralatan berteknologi tinggi agar bisa melacak semua gerak musuh.
  6. Sistem penyerap guncangan yang menyeluruh di bungker untuk menahan gempuran rudal dan bom.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data