Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/XXXII/14 - 20 April 2003
   
Laporan Utama

BELUM Ada Perang Kota

Sempat mengepung Bagdad beberapa waktu sambil terus menghujani ibu kota Irak itu dengan bom, pasukan Amerika dan sekutunya mulai menyerbu masuk pada awal pekan lalu. Tak ada perlawanan sengit. Tak ada perang kota yang sejak awal disebut-sebut bakal berdarah. Pasukan Garda Republik yang bereputasi hebat itu seperti meleleh. Mereka tak tampak. Praktis pasukan Amerika menguasai jalan-jalan dan gedung-gedung utama di Bagdad dengan mudah. Mereka juga telah menguasai instalasi vital seperti Bandara Internasional Saddam, kantor-kantor pemerintahan, Universitas Bagdad, Kantor Pusat Partai Baath, Istana Presiden Radwaniyah. Masih terjadi konflik bersenjata di beberapa sudut kota. Tapi sejauh ini tak ada yang berarti. Kecuali masih harus memburu Saddam Hussein dan para loyalisnya, secara simbolis lengkaplah klaim kemenangan mereka.

Posisi Pasukan Saddam

Tikrit

Kota kelahiran Saddam masih steril dari pasukan Amerika dan Kurdi. Diperkirakan, Saddam akan melakukan "perang puputan" di sini. Hingga 11 April, dilaporkan pasukan Amerika berada pada radius 60 kilometer sebelah utara kota.

Ar-Rutbah

Kota yang berbatasan dengan Yordania ini masih dikuasai pasukan Saddam.

Ramadi

Kota yang hanya berjarak 60 kilometer dari Bagdad ini masih dikuasai Saddam. Tapi Amerika telah membombardir dengan misil yang dipandu satelit. Serangan itu diarahkan ke rumah Barzan Ibrahim, saudara Saddam.

Najaf

Meski terjadi pertempuran hebat, Saddam masih mendominasi Najaf. Meski terlihat pasukan koalisi, pendukung Saddam masih menguasai kota-kota Al-Hadith, As-Samawah, Makhmur, dan Irbil.

Posisi Pasukan Amerika

Bagdad

Rabu, 9 April, pasukan marinir Amerika masuk ibu kota Irak. Mereka merobohkan patung Saddam sebagai simbol kemenangan. Amerika menguasai gedung-gedung dan jalan-jalan utama di Bagdad. Tapi sebuah bom bunuh diri melukai empat pasukan marinir di dekat Hotel Palestine.

Basra

Kota terbesar kedua ini menjadi sasaran pertama pasukan Amerika dan sekutunya.

Nasiriyah

Pasukan Amerika dan sekutunya praktis telah menguasai kota. Tapi berbagai insiden berdarah masih terjadi. Sebanyak 11 warga kota minggu lalu tewas ditembak marinir Amerika.

Umm al-Qasr

Pada 9 April, kota ini praktis jatuh. Sebanyak 7.300 pasukan Irak menjadi tawanan perang.

Al-Kut

Marinir Amerika mengaku menawan 2.500 prajurit Garda Republik.

Mosul

Hari Jumat, 11 April 2003, pasukan Amerika dan Kurdi menduduki kota terbesar ketiga di Irak ini. Pasukan Kelima Irak dikabarkan menyerah.

Kirkuk

Pasukan Kurdi, unsur-unsur dari Brigade Penerjun ke-173, dan pasukan khusus masuk kota tanpa perlawanan berarti. Tentara Irak melarikan diri begitu pasukan Kurdi dan Amerika terus maju. Ini kota pertama di Irak utara yang jatuh ke tangan pasukan Amerika dan sekutunya. Anehnya, pasukan Kurdi justru keluar dari kota terbesar keempat ini.

Amarah

Bandara Amarah telah diduduki marinir Amerika tanpa perlawanan.

Sumber: AFP, LA Times, Reuters


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data