|
Di Antara Utang dan Doa
Kaharudin Ongko adalah potret sempurna konglomerat negeri ini. Menjadikan banknya sebagai sapi perah, berutang triliunan rupiah ke negara, kabur tak berbekas, dan diam-diam membeli kembali asetnya dengan harga supermurah. Investigasi TEMPO menemukan sejumlah indikasi penting. Ongko yang berutang Rp 8,34 triliun pun diduga telah menguasai kembali PT Segitiga Atrium, yang telah dijaminkannya ke BPPN. Dan sejumlah sumber tepercaya menengarai: taipan gaek yang masih dicekal itu telah buron.
|