|
Seribu Taktik Menjebak 'Mongol'
Irak menjanjikan taktik yang kreatif untuk menghadang pasukan koalisi. Salah satunya adalah aneka variasi bom bunuh diri. Hambatan terbesar bagi pasukan koalisi adalah 11 jembatan yang menghubungkan Bagdad timur dan barat. TEMPO melaporkan dari jantung Bagdad.
|
|
Perisai bagi Tanah Air
Fedayeen Saddam adalah laskar milisi Irak yang dididik dengan militansi berani mati bagi agama, tanah air, dan presiden.
|
|
Uday Si Algojo
|
|
Jalan Kematian Sang Martir
|
|
Pesan Kematian di Jalanan Bagdad
Di dalam keluarga besarnya, Saddam Hussein menumpuk kekuasaan. Dari keluarga besarnya, Saddam menuai pengkhianatan.
|
|
Berebut Kue Pasca-Perang Irak
Amerika Serikat dan Inggris bertengkar memperebutkan kontrak rekonstruksi Irak pascaperang. PBB pun tak mau hanya sebagai subkontraktor.
|
|
Di Kuwait, Jay Berancang-ancang
Pentagon menyiapkan pemimpin transisi Irak, Jay Garner, pensiunan jenderal yang pro-Israel dan banyak berbisnis dengan Pentagon.
|
|
Kemilau Negeri 1.001 Malam
|
|
Dua Wajah Bagdad
Meski Bagdad dihujani bom dan rudal, menurut pandangan mata wartawan TEMPO, kegiatan sehari-hari jalan terus. Meski penuh luka dan air mata, mereka memperlihatkan keinginan untuk hidup.
|
|
Bagdad, dari Hari ke Hari
Wartawan TEMPO Rommy Fibri masih bertahan di Bagdad, di antara dentum bom yang sudah semakin dekat di telinganya. Perang kota sudah dimulai. Rommy mencatat perang di jantung kota Irak itu dari hari ke hari. Berikut petikannya.
|
|
Mempertahankan Bagdad
|