Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 05/XXXII/31 Maret - 06 April 2003
   
Surat

Pernyataan Hizbut Tahrir

SAYA ingin menanggapi berita Majalah TEMPO Edisi 24-30 Maret 2003, halaman 139, berjudul Hujatan dari Delapan Penjuru. Di situ terdapat kutipan yang kami rasa sangat mengganggu: ”Di Indonesia, kelompok Hizbut Tahrir di Indonesia menyerukan agar semua negara Islam melarang warga Amerika dan sekutunya masuk ke wilayah mereka.”

Dalam pernyataan yang kami keluarkan, baik yang dikirimkan ke media massa maupun yang dibagi-bagikan kepada para wartawan di depan Kedutaan Amerika Serikat, kalimat seperti tecermin dalam kutipan tersebut tidak pernah ada. Yang benar, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyerukan kepada semua penguasa negeri-negeri Islam, termasuk pemerintah Indonesia dan khususnya penguasa negeri-negeri Arab, supaya membekukan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Kami juga menyerukan agar mereka menolak aliansi yang digalang Amerika Serikat serta menolak wilayahnya, baik laut, darat, maupun udara dengan segala fasilitasnya, digunakan untuk kepentingan pasukan Amerika Serikat dan para sekutunya.

Selain itu, HTI mengutuk keras agresi Amerika Serikat dan sekutunya sebagai tindakan terorisme biadab, barbar, dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang selama ini mereka gembar-gemborkan. Argumen bahwa serangan sepihak itu dilakukan untuk melucuti persenjataan pemusnah massal dan menghukum Irak yang dikatakan membahayakan perdamaian dunia hanyalah dalih untuk menutupi maksud busuk Amerika. Sesungguhnya, mereka ingin menguasai ladang-ladang minyak Irak, mengukuhkan dominasi politik dan ekonominya di kawasan Timur Tengah, serta untuk memperkukuh eksistensi zionis Israel.

HTI juga menyerukan kepada masyarakat internasional agar menetapkan Tony Blair, John Howard, dan terutama George W. Bush sebagai teroris dan penjahat perang, serta mengajukan mereka ke Mahkamah Internasional untuk mendapat hukuman yang setimpal.

ZAINAL ALIMUSLIM

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data