|
SAYA ingin menanggapi berita Majalah TEMPO Edisi 24-30 Maret 2003, halaman 139, berjudul Hujatan dari Delapan Penjuru. Di situ terdapat kutipan yang kami rasa sangat mengganggu: ”Di Indonesia, kelompok Hizbut Tahrir di Indonesia menyerukan agar semua negara Islam melarang warga Amerika dan sekutunya masuk ke wilayah mereka.”
Dalam pernyataan yang kami keluarkan, baik yang dikirimkan ke media massa maupun yang dibagi-bagikan kepada para wartawan di depan Kedutaan Amerika Serikat, kalimat seperti tecermin dalam kutipan tersebut tidak pernah ada. Yang benar, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyerukan kepada semua penguasa negeri-negeri Islam, termasuk pemerintah Indonesia dan khususnya penguasa negeri-negeri Arab, supaya membekukan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Kami juga menyerukan agar mereka menolak aliansi yang digalang Amerika Serikat serta menolak wilayahnya, baik laut, darat, maupun udara dengan segala fasilitasnya, digunakan untuk kepentingan pasukan Amerika Serikat dan para sekutunya.
Selain itu, HTI mengutuk keras agresi Amerika Serikat dan sekutunya sebagai tindakan terorisme biadab, barbar, dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang selama ini mereka gembar-gemborkan. Argumen bahwa serangan sepihak itu dilakukan untuk melucuti persenjataan pemusnah massal dan menghukum Irak yang dikatakan membahayakan perdamaian dunia hanyalah dalih untuk menutupi maksud busuk Amerika. Sesungguhnya, mereka ingin menguasai ladang-ladang minyak Irak, mengukuhkan dominasi politik dan ekonominya di kawasan Timur Tengah, serta untuk memperkukuh eksistensi zionis Israel.
HTI juga menyerukan kepada masyarakat internasional agar menetapkan Tony Blair, John Howard, dan terutama George W. Bush sebagai teroris dan penjahat perang, serta mengajukan mereka ke Mahkamah Internasional untuk mendapat hukuman yang setimpal.
ZAINAL ALIMUSLIM
Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia
|