Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 05/XXXII/31 Maret - 06 April 2003
   
Peristiwa

Sutiyoso Digugat

SUTIYOSO, Gubernur DKI Jakarta, digugat Komunitas Pelanggan Air Minum Jakarta (Komparta) karena usulan kenaikan tarif airnya. Class action ini didaftarkan Ketua Tim Bantuan Hukum Komparta, Amstrong Sembiring, dan Sekretaris Umumnya, Adi Rusdianto, ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat pekan lalu. Demikian dilaporkan Edy Can dari Tempo News Room.

Menurut Komparta, yang mewakili 15 pelanggan air yang menggugat, mereka merasa dirugikan karena kenaikan tarif air sebesar 45 persen. Jika kenaikan tarif terjadi, konsumen terpaksa menanggung beban biaya kolusi, korupsi, nepotisme (KKN) yang dikeluarkan pemilik saham asing, ditambah biaya ekstra untuk kebutuhan hidup yang dipikul pelanggan. Sutiyoso pun dituntut menunda kenaikan tarif air itu. ”Tidak realistis untuk saat sekarang,” kata Amstrong menunjuk situasi ekonomi yang buruk.

Komparta menilai kerja sama Perusahaan Air Minum (PAM) dengan perusahaan Prancis PAM Lyoness Jaya (Palyja) dan Thames PAM Jaya (TPJ) memberatkan masyarakat. Sebelum kerja sama, dengan tarif Rp 1.295 per meter kubik untuk golongan IIA2, PAM Jaya telah menyumbang Rp 3 hingga Rp 10 miliar ke pendapatan anggaran daerah Pemda DKI. Namun, setelah mereka bekerja sama, tarif air justru naik menjadi Rp 1.560 per meter kubik—itu pun dinyatakan masih merugi, sedangkan pelayanan makin amburadul.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data