Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 05/XXXII/31 Maret - 06 April 2003
   
Laporan Utama

Syekh Jawad Maliki (Partai Oposisi Irak): "Saddam Pasti Jatuh"

Oposan Saddam Hussein bertebaran di berbagai negara karena Saddam menjatuhkan hukuman mati bagi mereka. Salah satunya adalah Syekh Jawad Maliki, yang memimpin Partai Dakwah. Ikuti wawancara wartawan TEMPO dengan Jawad Maliki di Damaskus, Suriah.

DI kawasan Sina'ah, tak jauh dari pusat kota Damaskus, Suriah, Syekh Jawad Maliki bersama kawan-kawan separtainya merancang sebuah masa depan. Di kantornya, yang cuma memiliki sebuah kursi kayu berwarna cokelat, sofa beludru yang lusuh, dan sebatang meja kerja kusam, Maliki menjalankan aktivitas sehari-harinya sebagai pemimpin Partai Dakwah (Hizbul Dakwah), yang beroposisi dengan pemerintahan Saddam Husein.

Oposisi? Ia dicap sebagai pembangkang karena aktivitas politiknya pada 1979 dan, karena itu, dijatuhi hukuman mati oleh Saddam. Peraih gelar master di bidang syariah Islam ini kemudian melarikan diri ke Suriah. Bersama banyak pemimpin dan pendukung Partai Dakwah yang juga terpaksa mengungsi ke luar negeri, Maliki sudah lama bercita-cita menggulingkan rezim Saddam. Bagaimanapun, penyerangan Amerika ke Irak ini sangat dilematis bagi Maliki dan kawan-kawannya. Di satu sisi, mereka ingin Saddam terguling. Tapi, di sisi lain, mereka tak rela Amerika menguasai Irak dan mereka pun menentang perang yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil itu. "Perang ini sudah keluar dari batas moralitas," katanya kepada TEMPO.

Bagaimana rencananya selepas Saddam jatuh? Apakah mereka setuju berkolaborasi dengan Amerika? Berikut ini petikan wawancara Rommy Fibri dengan Jawad Maliki, 51 tahun, di Damaskus.



Karena beroposisi dengan Saddam, apakah Anda mendukung perang ini?

Saya menolak perang ini karena sudah di luar batas moral. Amerika menyerang Saddam bukan karena ingin membantu rakyat Irak, melainkan punya target sendiri. Saya menolak Saddam, tapi bukan berarti harus bergandengan tangan dengan Amerika. Sudah pasti Amerika cuma ingin mengeruk keuntungan diri sendiri, juga Israel.

Sepertinya orang sipil tak berdosa sudah banyak menjadi korban dalam serangan Amerika ke Irak ini?

Amerika sepertinya sedang berusaha taat pada aturan untuk tidak merusak bangunan-bangunan serta tidak membunuh banyak korban sipil tak berdosa. Tujuan utama mereka adalah menjatuhkan rezim Saddam. Itu sebabnya mereka tidak mengerahkan seluruh kekuatan tempurnya.

Bukankah Saddam dulu dibantu Amerika? Menurut Anda, kenapa sekarang harus digulingkan?

Saddam memang boneka Amerika. Ketika Perang Iran-Irak, dia disuruh Amerika. Bahkan, ketika Saddam menyerang Kuwait sehingga timbul Perang Teluk, itu pun atas program Amerika. Masalahnya, saat ini Saddam sudah tidak banyak manfaatnya lagi buat Amerika, maka dia digulingkan. Penggantinya nanti akan jelas diperlakukan sama.

Bagaimana pandangan Anda tentang Saddam?

Saddam adalah seorang diktator. Dia membunuh banyak orang tak berdosa, terutama ulama di Irak. Salah satu pemimpin dan pendiri Hizbul Dakwah, Sayyid Muhammad Baqr Shadr, pun dibunuh olehnya. Selain itu, Irak merupakan negara yang kaya karena mendapat pemasukan dari minyak. Tapi rakyatnya termasuk yang paling miskin di antara negara Arab lainnya. Itu karena uang negara terlalu banyak dialokasikan untuk militer dan perang.

Apakah menurut Anda perang ini akan berakhir dengan hancurnya Saddam?

Ini perang antara dua keinginan, yakni keinginan Bush menguasai Irak dan perlawanan Saddam dengan partainya. Kalau sudah begitu, salah satu harus kalah. Tapi saya yakin Saddam pasti jatuh. Perang ini tidak mungkin bertahan lebih dari satu bulan. Sebab, kalau sudah kepepet dan perang berlangsung lebih dari sebulan, AS akan mengirimkan bomnya yang paling dahsyat, tak terkecuali nuklir. Korban pun bakal lebih banyak.

Bukankah AS juga khawatir Saddam bakal menggunakan senjata kimia dan biologi?

Saya tahu Saddam punya kedua senjata pemusnah massal itu. Kalau nuklir, Irak malah tidak punya. Nah, kedua senjata tadi ditanam di suatu tempat khusus. Tujuannya untuk memusnahkan rakyatnya sendiri kalau mau revolusi. Saya tahu betul wataknya. Dalam keadaan genting, senjata itu pasti akan digunakan untuk memukul tentara gabungan AS-Inggris, Kuwait, rakyat Irak, Kurdistan, dan negara lain yang membantu AS.

Kenapa Saddam ngotot sekali untuk melawan?

Ketika Saddam dinobatkan AS untuk memerintah Irak pada 1968, dia sudah bersumpah tak akan meninggalkan Irak, kecuali rata dengan tanah seluruhnya.

Apakah saat ini ada pendukung Hizbul Dakwah di Irak?

Meski kami dikejar-kejar Saddam, ada anggota kami yang menetap di Irak secara diam-diam. Maklum, pada 1980, Saddam memerintahkan agar siapa pun anggota dan pendukung Hizbul Dakwah digantung dan dibunuh.

Apa rencana Anda setelah Saddam jatuh?

Kami semua akan kembali ke Irak dan memperjuangkan ajaran-ajaran Hizbul Dakwah. Kami menawarkan pemilu langsung kepada rakyat Irak. Dengan begitu, seluruh rakyat bisa mengekspresikan negara impiannya. Yang jelas, kami tidak sepakat dengan konsep yang ditawarkan oleh Amerika. Makanya, langkah pertama kami adalah mengusir AS dari Irak.

Bagaimana caranya?

Kami sudah menghitung benar kekuatan besar AS. Tapi, kalau kami semua keluar ke jalanan, jelas mereka tak bisa menghabisi kami dalam satu waktu. Rakyat Irak punya kemauan sama, yakni keluarnya AS dan Inggris dari Irak. Mau tak mau, AS harus keluar dari Irak. Kalaupun AS menggunakan senjata perang, kami tetap akan melawannya. Dan seluruh dunia Islam tak mungkin berdiam diri atas perjuangan rakyat Irak.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data