Garda di Lorong-Lorong Bagdad |
SELAMAT datang, perang kota! Setelah merangsek mil demi mil, pasukan koalisi mau tidak mau akan sampai ke inti pertarungan yang sebenarnya: perang kota. Dalam lorong-lorong Kota Bagdad yang bercabang-cabang bak labirin, mereka mesti bertaruh dengan maut. Dan sejarah perang di bawah rezim Saddam Hussein telah menuliskan bahwa elmaut yang paling menakutkan di negeri itu bisa dipertontonkan oleh hampir 100 ribu anggota pasukan pelindung khusus presiden. Dikenal sebagai Garda Republik, mereka mahir memainkan tipuan perang, jitu memainkan senjata, dan punya militansi yang hanya bisa dipatahkan oleh maut.
Tidak mengherankan bila Kepala Staf Gabungan Amerika Richard Meyers mengatakan bahwa Bagdad "…akan menjadi medan pertempuran yang paling sulit dan brutal." Dan pasukan AS serta Inggris diprediksikan akan dihadang berbagai kesulitan yang pelik dalam menghadapi anggota-anggota Garda Republik.
Sejumlah analis militer menilai Garda sebagai salah satu pasukan perang paling terlatih di muka bumi. Tapi bagaimana tepatnya kekuatan dan kondisi persenjataan Garda Republik saat ini?
Dibentuk pada akhir 1970-an, pasukan ini lahir dari ide Saddam Hussein yang ingin mengubah tentara pengawal istana menjadi prajurit berkemampuan tempur tinggi. Dalam sebuah perkemahan musim panas yang diikuti anak muda dari berbagai perguruan tinggi, perekrutannya dimulai. Beberapa petinggi Partai Baath menjelaskan pada saat itu bahwa Irak mencari para pemuda berkualitas tinggi sebagai pembela negara. Hasilnya? Tidak sedikit pemuda yang tertarik.
Maklumlah, mereka yang lolos seleksi akan mendapat fasilitas mobil, makanan lebih, dan tempat tinggal yang layak. Mereka punya kesempatan untuk dekat dengan Saddam. Garda juga memiliki jauh lebih banyak fasilitas ketimbang pasukan lain: tank T-72 dan tank BMP, penembak meriam derek jenis GHN-45, penembak meriam bermesin penggerak tipe GCT, serta aneka persenjataan modern lainnya.
Sebagai pasukan khusus, Garda Republik langsung bergerak di bawah komando Qusay Hussein dan Badan Intelijen Irak. Salah satu fungsinya adalah menjadi pasukan penakluk jika ada pemberontakan di Irak.
Kesetiaan kepada Saddam menjadi unsur mutlak dalam pasukan ini. Alhasil, anggota Garda rata-rata datang dari Tikrit, tempat kelahiran Saddam. Kekuatan Garda telah terbukti dalam perang Iran-Irak 1980-1988. Juga dalam pertempuran merebut kembali Basra (1987) dan Semenanjung Al-Faw (1988). Mereka bergerak amat cepat saat Irak menginvasi Kuwait pada 1991.
Bagi pasukan sekutu, Garda bukanlah wajah baru. Mereka pernah "saling menjajal" dalam Perang Teluk I. Informasi terbaru tentang Garda tak semuanya searah. Menurut Guardian, Garda justru amat membenci Saddam serta Amerika. Karena itu, 50 ribu-60 ribu anggota Garda justru ditempatkan di luar Bagdad. Sedangkan yang mempertahankan ibu kota hanyalah Saddam Fedayeen—pasukan yang paling dipercaya oleh Qusay.
Di lorong-lorong Bagdad, gemuruh pertempuran itu niscaya akan menggetarkan seluruh tanah Irak.
Bina Bektiati (GlobalSecurity, Jane, Guardian)
DIVISI-DIVISI GARDA REPUBLIK
Divisi Hammurabi
Nama ini diambil dari Raja Hammurabi (1792-1750 SM), yang pernah memerintah Babilon—metropolitan pertama di dunia, yang mempersatukan Mesopotamia. Di awal Perang Teluk I, divisi ini mengambil posisi di Irak Selatan, jauh berseberangan dengan batas utara Kuwait. Sehari setelahnya, satu divisi lengkap Hammurabi—10 ribu prajurit plus 300 tank—sudah berada di perbatasan Irak-Kuwait.
Divisi Medina
Bermarkas di Al-Taji, di utara Bagdad, divisi ini dipercaya sebagai penjaga ibu kota. Dalam Perang Teluk I, para anggota Medina menyerang Kuwait dari arah barat.
Divisi Tawakalna
Tawakalna diambil dari frasa "Tawakalna ala Allah." Artinya bersandar pada Allah. Pasukan ini memukul telak tentara Iran di akhir masa Perang Iran-Irak. Nama ini juga menjadi alat propaganda Saddam bahwa Irak (dan bukan Iran) yang dilindungi Allah.
Divisi Al-Abed
Bermarkas di Altun Kupril, Al-Abed adalah divisi infanteri bermotor yang diperkuat tank T-72.
Divisi Al-Faw
Ini adalah divisi infanteri bermotor. Nama ini sengaja dipakai untuk mengingat kemenangan Irak dalam merebut Semenanjung Al-Faw, yang semula diduduki Iran.
Divisi Nebukadnezzar
Nama Nebukadnezzar ini juga diambil dari nama Nebukadnezzar II, raja kedua Emperium Babilonia baru (605-562 SM). Dalam invasi ke Kuwait, divisi ini merangsek ke Kuwait dari utara.
Divisi Adnan
Ini juga pasukan infanteri bermotor. Pada Perang Teluk I, pihak sekutu mengklaim bahwa divisi ini paling hancur. Tapi pada 1997 dikabarkan Adnan telah dikirim ke Mosul, lengkap dengan 200 tank dan lebih dari 10 ribu anggota pasukan.
Divisi Al-Nida
Tugas utamanya mengawasi wilayah Kurdi di utara Irak. Pihak sekutu, mengklaim mampu menghancurleburkan divisi ini dalam Perang Teluk I. Divisi Al-Nida punya taktik begini: mengatakan tengah bermanuver latihan perang, padahal benar-benar menyerang.
Divisi Bagdad
Divisi infanteri bermotor ini pernah menempati pos di Mosul pada awal 1997. Pihak sekutu mengklaim menghancurkan divisi ini pada Perang Teluk I.
|