|
Hong Kong, Hanoi, atau Singapura bukan destinasi yang bersahabat belakangan ini. Pekan lalu tim dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyarankan agar kita menghindari kota-kota itu. Kasus SARS, gangguan pernapasan akut atau severe acute respiratory syndrome, dijumpai di sana. Menurut Priyanti, Kepala Sub-Bagian Infeksi Pulmonologi FKUI, SARS tergolong pneumonia berat. Banyak kuman masuk ke dalam darah dan itu menimbulkan sesak napas, bahkan kematian.
SARS mudah menyebar. Susahnya, hingga kini penangkal SARS belum dijumpai. Gejala SARS mirip influenza, namun tak mudah mengenali kehadiran penyakit ini. Umumnya penderita akan mengeluh pusing, panas, dan gejala lain yang mirip sekali dengan penyakit flu. Untuk mencegah peredaran virus ini, Priyanti menyarankan agar rajin mencuci tangan, menutup hidung saat bersin, serta menjaga stamina tubuh. Sebab, seperti umumnya virus, SARS akan lebih mudah hinggap jika kondisi badan sedang loyo. Selain itu, hindari kontak fisik dengan penderita SARS.
|