Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 05/XXXII/31 Maret - 06 April 2003
   
Kolom

Mengapa Kami Masuk ke Irak

Tony Blair
Perdana Menteri Inggris

Saya menyadari bahwa aksi militer untuk melucuti Saddam dari persenjataan pembunuh massal telah memicu perasaan kuat di wilayah ini. Maka, saya bersyukur adanya kesempatan ini untuk menjelaskan mengapa kita dengan berat hati menjalankan aksi ini dan tujuan kami di waktu yang akan datang.

Semula, kami berharap aksi militer ini dapat dihindari. Selama ini, tidak ada ketergesaan untuk masuk dalam konflik. Memang, masyarakat internasional telah menunggu 12 tahun untuk Saddam secara sukarela menghancurkan sendiri senjata pemusnah massalnya sebagaimana telah dia janjikan pada tahun 1991.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menuntut Saddam agar melucuti senjatanya karena dia memiliki sejarah melakukan agresi nekat terhadap negara-negara tetangganya dan karena—suatu hal yang unik di masa modern—dia telah menggunakan senjata-senjata tersebut terhadap rakyatnya sendiri dan juga tetangga-tetangganya.

Setelah lebih dari satu dekade kebohongan dan penundaan yang dilakukan Saddam, PBB memberi dia "kesempatan terakhir" untuk melucuti senjata dengan damai melalui Resolusi Dewan Keamanan 1441 di bulan November. Sekali lagi dia menolak.

Lalu, pilihan yang dihadapi masyarakat internasional adalah melucuti senjata Saddam dengan paksa dan mengusir rezimnya, atau mundur dan membiarkan Saddam menjadi sangat kuat untuk dapat menyerang atau mengintimidasi para tetangganya dan meneruskan senjata ini ke kelompok-kelompok teroris ekstrem. Saya percaya, sejarah akan menentukan apakah kita telah mengambil keputusan yang tepat.

Pertengkaran kami bukan dengan rakyat Irak, melainkan dengan Saddam, putra-putranya, dan rezim barbarnya, yang telah menimbulkan kesengsaraan dan teror bagi negaranya. Saya menyadari bahwa rakyat Irak telah menjadi korban terbesar dari pemerintahan Saddam. Ini bukan merupakan perang untuk menaklukkan, melainkan untuk membebaskan.

Maka, kami melakukan segala yang dapat dilakukan dalam keterbatasan manusia untuk meminimalkan korban sipil dan menyelesaikan operasi ini secepatnya. Konflik militer, sayangnya, selalu mengakibatkan hilangnya nyawa di pihak sipil. Kesalahan mungkin terjadi. Tetapi serangan rudal di Bagdad, sebagaimana dapat disaksikan di TV, menunjukkan upaya yang telah dilakukan untuk menjadikan rezim Saddam serta aparat kekuasaan dan penindasan sebagai sasaran.

Kami juga sedang berusaha keras untuk segera membawa bantuan kemanusiaan kepada rakyat Irak. Inggris hingga saat ini telah menjanjikan 120 juta poundsterling dalam bentuk bantuan, di luar 100 juta poundsterling yang telah kami berikan sejak 1991. Kami juga akan menggerakkan masyarakat internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat.

Namun, komitmen kami tidak berakhir di sana. Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan PBB dan seluruh masyarakat internasional untuk membantu rakyat Irak memperbaiki kerusakan dan kehancuran di Irak akibat seperempat abad berlangsungnya tirani dan korupsi oleh Saddam.

Irak adalah negara yang kaya akan sejarah dan budaya dan memiliki potensi luar biasa. Sebelum bayangan Saddam menutupi Irak, ekonominya sangat hidup dan rakyatnya makmur. Tapi, agresi, penindasan, dan salah kepemimpinan oleh Saddam telah menjadikan negara ini sebagai salah satu negara yang 60 persen penduduknya bergantung pada bantuan pangan.

Saddam sebenarnya dapat menghilangkan sanksi-sanksi kapan saja dengan menaati kewajibannya untuk melucuti senjata. Sebaliknya, dia telah secara sengaja mengeksploitasi sanksi-sanksi tersebut untuk menyebabkan kesengsaraan paling besar pada rakyat Irak.

Rakyat Irak pantas menerima yang lebih baik dari ini. Dan negara Irak kaya akan sumber daya alam yang akan memberi masa depan yang lebih baik bagi mereka. Presiden Bush, Perdana Menteri Aznar, dan saya sendiri telah menjanjikan minyak Irak akan dimasukkan dalam sebuah dana kepercayaan PBB yang akan memberi manfaat kepada rakyat Irak dan memperbaharui sebuah bangsa yang dulu berjaya. Kami akan berupaya mencabut sanksi PBB secepatnya bila Irak telah memenuhi kewajiban-kewajibannya.

Saya ingin semua orang Irak—Arab, Assyria, Kurdi, Turkoman, Sunni, Syiah, Kristen, dan kelompok lainnya—bersama-sama membagi buah dari Irak yang baru, makmur, dan bersatu dalam batas wilayahnya saat ini. Sebuah Irak yang bebas dari tirani, ketakutan, dan penindasan, tempat ribuan orang setiap tahun tidak perlu dipaksa keluar dari rumahnya atau dipenjara, disiksa, atau dibunuh. Sebuah negara tempat para wanita tidak diperkosa di depan orang-orang yang dicintainya, dan tempat orang dapat mengemukakan pendapatnya tanpa khawatir lidahnya akan dipotong.

Teror dan kemiskinan inilah yang telah mengakibatkan empat juta orang Irak meninggalkan negaranya. Saya mengetahui, setelah banyak berbicara dengan orang Irak di pengasingan, keinginan mereka untuk kembali pulang. Saya juga memiliki impian yang sama untuk dapat melihat sebuah Irak yang damai sebenar-benarnya dengan rakyatnya, para tetangganya, dan masyarakat internasional.

Pasukan militer Inggris akan ditarik dari Irak secepat hal ini dapat dilakukan. Kita berharap bisa menyaksikan pembentukan suatu pemerintahan transisi sipil secepatnya. Kami akan bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk membangun dukungan seluas mungkin bagi rekonstruksi Irak dan perubahan menuju pemerintah yang mewakili rakyatnya.

Irak, tentunya, bukan satu-satunya yang menjadi perhatian kami di wilayah ini. Saya juga berbagi dalam keinginan luas yang ada untuk sebuah perkembangan riil dalam proses perdamaian Timur Tengah. Presiden Bush dan saya berkomitmen untuk penyelesaian yang adil, kekal, dan telah dinegosiasikan pada tahun 2005 bagi sebuah negara Palestina yang dapat berjalan dan keamanan bagi Israel. Kami akan terus berusaha keras untuk mencapai hal ini dan membantu menyampaikan hadiah yang didapat dari perdamaian.

Adalah sebuah keputusan yang sangat sulit untuk menentukan aksi terhadap Saddam. Kami sebelumnya berharap hal ini dapat dihindari. Namun, saya benar-benar percaya, jalan yang telah kita ambil bukan saja akan membuat Timur Tengah dan dunia secara luas sebagai tempat yang lebih aman, tapi juga—dengan menggulingkan Saddam—akan merupakan berkah bagi seluruh rakyat Irak.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data