Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 05/XXXII/31 Maret - 06 April 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

Tanker Pertamina dan Uang Negara

Pertamina meminta pertimbangan pemerintah mengenai rencana pembelian kapal tanker dalam negeri. Pertimbangan tersebut menyangkut harga jual untuk lima kapal yang oleh perusahaan negara ini dinilai kemahalan US$ 9,5 juta. ”Kelebihan harga tersebut siapa yang harus menanggung? Pertamina atau pemerintah? Kalau Pertamina, terus terang kami tidak mampu,” ujar Direktur Utama Pertamina Baihaki Hakim pekan lalu.

Baihaki mengakui penggunaan kapal tanker buatan industri dalam negeri akan menciptakan dampak berganda alias multiplier effect. Yang pasti, ribuan tenaga kerja dapat terserap dan kemampuan galangan kapal nasional bisa bangkit. Untuk itu, ”Kami pun tidak membatalkan pesanan kapal tanker dari industri dalam negeri,” katanya.

Hanya, dia meminta kepada pemerintah agar selisih harga US$ 9,5 juta menjadi tanggungan negara. ”Kami sudah bicara dengan Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina mengenai hal itu dan sekarang tengah dilakukan pengkajian,” ujar Baihaki.

Saat ini Pertamina telah melakukan tender pengadaan 12 kapal tanker dari 38 kapal yang dibutuhkan hingga tahun 2007. Adapun 10 dari 12 kapal yang ditenderkan meliputi 2 kapal (3.500 ton bobot mati) yang diperuntukkan bagi galangan kapal dalam negeri serta 3 unit dengan 6.500 ton bobot mati, 2 unit masing-masing dengan 17.500 ton bobot mati, dan 3 unit dengan 30.000 ton bobot mati yang akan dilelang terbuka untuk galangan dalam dan luar negeri. Dan sejauh ini sudah ada dua kapal dengan bobot mati masing-masing 26.000 ton yang pemenang tendernya adalah Hyundai Heavy Industries senilai US$ 65,4 juta per unit.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data