Dari Jepang untuk Langit Biru |
LANGIT Indonesia bakal segera biru, setelah Pertamina mendapat bantuan dari Japan Bank for International Corporation (JBIC) sebesar US$ 275 juta. Kucuran duit itu akan dipakai guna membersihkan kadar timbel dalam minyak premium. ”Tahun 2006 kita akan masuk ke bahan bakar minyak ramah lingkungan,” ujarnya.
Dana bantuan itu direncanakan untuk membiayai pembangunan sejumlah fasilitas penunjang bagi proyek langit biru di kilang Balongan dan kilang Cilacap. Masing-masing mendapat dana US$ 191 juta dan US$ 84 juta. Dengan dana itu, kilang di Balongan akan mengolah minyak 50 ribu barel per hari, sementara kilang Cilacap 20 ribu barel per hari.
Dalam proyek ini, Pertamina mengeluarkan ekuiti US$ 75 juta, sedangkan sisanya, US$ 200 juta, diperoleh dari JBIC serta sejumlah bank komersial lainnya. Yang bertindak sebagai financial lead arranger adalah Mitsui Corporation. Pertamina optimistis akan bisa mengembalikan pinjaman itu melalui penjualan produk low sulfur waxy residue (LSWR). ”Melalui penjualan itu, kami akan membayar kepada Mitsui dalam tempo tiga setengah tahun,” ujar Direktur Keuangan Pertamina, Ainun Naim.
|