Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 05/XXXII/31 Maret - 06 April 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

Pertamina Melirik Euro

Gonjang-ganjing perang Amerika Serikat lawan Irak membuat Pertamina melirik mata uang euro. Direktur Hilir Pertamina, Muchsin Bahar, menyatakan akan memakai mata uang itu dalam transaksi penjualan minyak dan gas ke luar negeri. ”Tim kita sedang mengevaluasi kemungkinan itu,” ujarnya Kamis silam di Jakarta. Menurut dia, akibat ambisi AS menjatuhkan Bagdad secara militer, anak perusahaan Pertamina di Singapura, Petral Trading Company, sulit bertransaksi dengan mitranya dari Timur Tengah. Rata-rata rekanan dagang dari negeri Arab menolak menggunakan dolar AS. ”Karena itu, kita pikirkan penggunaan mata uang euro,” ujarnya.

Euro memang sedang naik daun, setelah Presiden Saddam Hussein memutuskan untuk melakukan seluruh transaksi minyak dengan euro, bukan dolar AS. Waktu itu, keputusan Saddam dianggap sangat politis, tapi beberapa negara lain, termasuk Iran, mengikuti langkah Saddam tersebut. Kini, setelah serbuan tentara koalisi AS dan Inggris ke Irak, nilai mata uang dolar terus terkikis, antara lain karena para investor merasa pesimistis terhadap krisis Irak dan perekonomian AS. Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin mengatakan, tidak tertutup kemungkinan dolar AS akan tergeser oleh euro. ”Kita masih lihat prospek euro ke depan,” katanya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data