Neloe dan Mandiri Korporasi |
Terbetik berita, dalam waktu dekat PT Bank Mandiri akan meluncurkan instrumen investasi berbentuk reksadana senilai Rp 20 triliun. Nilai ini akan dipecah dalam 20 miliar unit penyertaan, dengan harga Rp 1.000 per unit. Yang menarik, investasi ini tidak terbuka bagi umum karena dibatasi hanya pada nasabah Bank Mandiri. Itu pun akan dibagi dalam dua kategori, yakni nasabah korporasi dan nasabah retail.
Kabar sayup-sayup ini dibenarkan Abiprayadi Riyanto, Kepala Investasi Mandiri Sekuritas. Tapi ia menggarisbawahi total nilai reksadana yang Rp 20 triliun itu. ”Itu bukan nilai yang sebenarnya, melainkan target penjualan yang direncanakan,” katanya. Peluncuran perdana produk yang konon diberi nama Mandiri Korporasi ini akan dilakukan sekitar April 2003.
Direktur Utama Bank Mandiri, E.C.W. Neloe, malah dengan tegas menampik informasi tersebut. ”Siapa bilang kita mau menerbitkan reksadana Rp 20 triliun?” katanya dengan nada menggugat dan dahi berkerut. Lagi pula angka itu dinilainya terlalu tinggi. Alasannya, kalau dijadikan target untuk penjualan reksadana selama setahun penuh pun, itu masih terlalu tinggi. Dan diingatkannya bahwa reksadana nasional saja masih bernilai sekitar Rp 50 triliun. Jadi, tak mungkin Bank Mandiri hanya dalam setahun menerbitkan hampir setengah dari jumlah itu. Neloe pun akhirnya menegaskan bahwa reksadana yang akan segera dikeluarkan oleh Bank Mandiri hanya bernilai sekitar Rp 2 triliun.
|