Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 05/XXXII/31 Maret - 06 April 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Tertibkan Importir Fiktif

Maraknya aksi penyelundupan di berbagai daerah Indonesia belakangan ini tidak hanya membuat gerah Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini M.S. Soewandi, tapi juga membuatnya marah. Setelah cukup lama para importir fiktif itu leluasa melakukan kegiatannya, Rini mengeluarkan instruksi untuk menertibkan 1.556 angka pengenal impor (API) yang diketahui sebagai milik perusahaan fiktif tersebut.

Instruksi itu dikeluarkan setelah Departemen Perindustrian dan Perdagangan—dengan bantuan surveyor independen—melakukan verifikasi dan klarifikasi terhadap 7.126 pemegang API. Menurut Rini, pembekuan API fiktif itu adalah salah satu cara untuk menertibkan importir dan mengurangi praktek penyelundupan barang impor. Kepemilikan API merupakan salah satu syarat mutlak bagi importir untuk dapat melakukan kegiatan impor. ”Karena itu, kegiatan verifikasi dan klarifikasi terhadap para pemegang API akan dilakukan secara terus-menerus,” katanya.

Sangat wajar bila Rini geram terhadap aksi para importir fiktif. Berdasarkan data Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), total kerugian negara dari sektor bea masuk akibat penyelundupan selama tahun 2001 mencapai Rp 50,7 triliun. Khusus untuk penyelundupan barang elektronik, kerugian negara Rp 1,8 triliun, dan untuk produk tekstil sekitar Rp 354 miliar.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data