Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 04/XXXII/24 - 30 Maret 2003
   
Pokok dan Tokoh

Garin Nugroho

KEPEDIHAN dan kebahagiaan silih berganti menggempur sutradara Garin Nugroho, 44 tahun. Pedih karena tindakan premanisme begitu menjadi-jadi. Puncaknya, awal Maret lalu, Majalah TEMPO didatangi oleh sekitar 200 orang massa pendukung Tomy Winata. "Premanisme secara dasar menghancurkan moral berbangsa," katanya.

Namun, di tengah kepedihan dan kemarahan itu, kebahagiaan datang. Beberapa hari setelah peristiwa itu, istrinya, yang sedang hamil tua, mendadak mulas. Tak lama berselang, sang istri pun melahirkan anak keempatnya: seorang bayi perempuan yang mungil. Tapi, mungkin karena perhatiannya terlarut pada urusan premanisme, ia "lupa" memberikan nama kepada anaknya itu. Untunglah anak-anaknya punya ide. Adik mereka itu diberi nama Anala Ahimsa, yang berarti jiwa yang menolak kekerasan. "Wah, semula saya malah enggak ngeh dengan nama itu," katanya terbahak.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data