|
KEPEDIHAN dan kebahagiaan silih berganti menggempur sutradara Garin Nugroho, 44 tahun. Pedih karena tindakan premanisme begitu menjadi-jadi. Puncaknya, awal Maret lalu, Majalah TEMPO didatangi oleh sekitar 200 orang massa pendukung Tomy Winata. "Premanisme secara dasar menghancurkan moral berbangsa," katanya.
Namun, di tengah kepedihan dan kemarahan itu, kebahagiaan datang. Beberapa hari setelah peristiwa itu, istrinya, yang sedang hamil tua, mendadak mulas. Tak lama berselang, sang istri pun melahirkan anak keempatnya: seorang bayi perempuan yang mungil. Tapi, mungkin karena perhatiannya terlarut pada urusan premanisme, ia "lupa" memberikan nama kepada anaknya itu. Untunglah anak-anaknya punya ide. Adik mereka itu diberi nama Anala Ahimsa, yang berarti jiwa yang menolak kekerasan. "Wah, semula saya malah enggak ngeh dengan nama itu," katanya terbahak.
|