Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 04/XXXII/24 - 30 Maret 2003
   
Peristiwa

Kesaksian Habibie

BELUM pernah dalam sejarah Republik Indonesia sejak Orde Baru, seorang bekas kepala negara bersedia naik menjadi saksi di ruang pengadilan—kecuali Baharuddin Jusuf Habibie. Kamis pekan lalu, Presiden RI ketiga ini hadir di ruang pengadilan hak asasi manusia ad hoc di Jakarta sebagai saksi di persidangan Brigjen Tono Suratman. Mantan Komandan Komando Resor Militer 164/Wiradharma Timor Timur itu didakwa gagal mencegah amuk militer dan milisi prointegrasi pasca-kemerdekaan Timor Timur 1999.

Habibie pula presiden pertama di era reformasi yang memberikan opsi kepada masyarakat Timor Timur—yang diduduki militer Indonesia sejak 1975 dan menjadi ”kerikil dalam sepatu” politik luar negeri RI—untuk menentukan nasib sendiri melalui jajak pendapat. Diselenggarakan oleh PBB, kebijakan tersebut membuat rakyat bekas jajahan Portugis itu lepas dari Indonesia.

Menurut Habibie, kekerasan yang muncul pascajajak pendapat yang berujung terjadinya pelanggaran hak asasi manusia tidak terkait dengan perintah pemerintah pusat. Bahwa kekerasan akhirnya pecah juga, menurut Habibie, itu akibat PBB secara sepihak mengajukan jadwal pengumuman hasil jajak pendapat dari yang semestinya 7 September menjadi 4 September. ”Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menelepon saya dan menyampaikan bahwa jajak pendapat diumumkan 4 September. Telepon tersebut hanya berselang satu jam menjelang pengumuman, sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa,” dalih Habibie. Di matanya, kekerasan pascajajak pendapat itu merupakan tindakan kriminal dan pelakunya, siapa saja, harus diadili.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data