Berthy Loupatty: "Kopassus? Mereka Lebih Sering Memakai Saya" |
ABNER Wemy Loupatty tampak kesal ketika diwawancarai TEMPO, Kamis siang pekan lalu. Komandan Geng Cowek Keren yang dikenal sebagai Berthy, 36 tahun, ini ditemui di tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Utara sesaat sebelum persidangan digelar. Memakai celana jins dan jaket biru, dengan nada tinggi ia mengakui penyiksaan yang dialaminya selama pemeriksaan polisi yang membuatnya mencabut seluruh berita acara. Petikan wawancara singkat itu:
Mengapa Anda mencabut seluruh berita acara pemeriksaan (BAP) polisi di pengadilan?
Semua cerita itu bohong. Saya disuruh mengaku sebagai dalang pengeboman dan penyerangan. Padahal saya tidak tahu, saya tak bisa cerita. Lantas penyidik meminta saya telanjang, tapi saya tolak. Mereka marah, lalu memaki dalam bahasa Ambon sambil memukul saya. Karena mereka terus menyiksa saya, saya bilang, udahlah BAP saya disamakan saja dengan anak-anak.
Benar ada pertemuan di rumah Anda sebelum penyerangan?
Itu rekayasa semua. Penyerangan Soya, misalnya. Saya tinggal di Kudamati, jauh dari Soya. Sedangkan penyidik polisi tinggal di asrama polisi Kayuputih, sekitar satu kilometer dari Soya.
Bukankah BAP itu hasil pemeriksaan anak buah Anda?
Hans Nanlohi disiksa. Kukunya dicabut. (Hans, yang berada di sel itu, memperlihatkan dua kuku jempol kakinya yang rusak.) Siapa yang tahan menghadapi penyiksaan itu? Semua anak buah saya disiksa. Bahkan Marthin Wushing alias Amstrong diperiksa di depan pemuda-pemuda kampung. Dia disuruh mengaku. Amstrong pun mengiyakan. ("Saya bisa dibunuh massa kalau tidak mengaku," kata Amstrong, yang berada di sel itu.)
Di mana Anda saat Soya diserang?
Saya mendengar ada penyerangan Soya dari aparat intelijen Polda Maluku yang selalu memata-matai aktivitas kami. Intel itu tinggal empat meter dari rumah saya.
Bagaimana dengan tuduhan Anda bersama oknum Kopassus melakukan teror?
Semua itu tidak benar. Saya orang lapangan yang tahu persis berbagai kejadian. Ruang gerak Kopassus di Ambon sempit. Karena itulah mereka lebih sering memakai saya.
Kerja sama seperti apa yang Anda lakukan bersama Kopassus di Ambon?
Saya diminta memata-matai Alex Manuputty, Ketua Front Kedaulatan Maluku. Saya banyak membantu republik ini mengawasi gerakan Republik Maluku Selatan.
|