Bloomsbury Sepanjang Perjalanan Waktu |
SABTU, pertengahan bulan Maret 2003, London. Tak biasanya kota ini dihujani cahaya matahari. Sepertinya musim semi tengah meniup sangkakala mempersiapkan kedatangannya. Celoteh nuansa kuning putih bunga-bunga mulai riuh menghiasi sebuah taman kecil bernama Fitzroy Square. Sepasang kekasih yang melenggang menyusur jalan tua melayangkan pandangan ke bangunan sekeliling Fitzroy Square. Berhenti di depan anak tangga flat nomor 29, mata mereka terkunci pada prasasti bundar bercat biru di dinding. Virginia Stephen (VIRGINIA WOOLF) 1882-1941 Novelist and Critic lived here 1907-1911. Flat itu sendiri sekarang separuh dari bangunan firma Goodman Jones yang menjual layanan bisnis finansial, akuntansi, dan masalah-masalah kepailitan. Seperti bangunan lain, flat ini bercat putih dan dengan biru tua yang dibingkai ornamen setengah lingkaran di atasnya. Bilah-bilah logam dicat hitam berdiri berjajar memagar di bagian depan. Ceruk pot beton yang menggantung di bibir sepasang jendela yang mengapit prasasti biru bundar penuh berisi bunga-bunga dafodil kuning. Gaya seragam tampak di kiri kanan flat nomor 29 ini: flat nomor 28 yang dipakai Magistrates Association dan Klinik Fitzrovig Pusat Demam Kuning di flat nomor 31. Komisi Tinggi Mozambik di ujung memasang bendera kenegaraan, Firma Arsitektur Hurd Rolland Partnership di nomor 32 memilih merah sebagai warna pintu, sementara Richmond Towers yang memberi jasa kehumasan dan komunikasi marketing di nomor 26, dan perusahaan Cloundband.com di nomor 27 dengan slogan "dedicated to carpets, textiles, and tribal art" menambahkan pelat nama kuningan di pintu pagar. Saat ini pukul 11. Pada pagi selengang ini baru burung-burung merpati yang dipenuhi gairah lalu-lalang di taman ini.
Sembilan puluh enam tahun yang lalu, tepatnya tahun 1907, Virginia Stephen melenggang menyusuri taman yang sama. Saat itu Thoby saudara laki-lakinya baru saja meninggal dunia dan Vanessa saudara perempuannya menikah dengan Clive Bell. Dirinya berniat pindah dari kediamannya di Gordon Square 46, yang telah ia tinggali sekitar dua tahun. Ketika itu pun bulan Maret, seperti sekarang. Mungkin mata Virginia Stephen ketika itu tertumbuk pada pemandangan yang sama: celoteh nuansa kuning putih bunga-bunga mulai riuh menghiasi Fitzroy Square dan gurat-gurat batu di jalan sekeliling taman bundar ini. Pada bulan April, Virginia hijrah bersama saudara laki-lakinya Adrian ke daerah ini, di kediaman yang sama yang pernah ditinggali penulis jenius George Bernard Shaw tahun 1887 sampai 1898, sementara ekonomis terkemuka John Maynard Keynes kemudian menetap di bekas kediaman di depan taman Gordon Square selama tahun 1916 sampai akhir hayat pada 1946. Flat Gordon Square ini kemudian jadi Kantor Layanan Karier Universitas London. Di flat Fitzroy Square inilah novel pertama Virginia The Voyage Out lahir.
Fitzroy Square masuk dalam daerah bernama Bloomsbury, kawasan yang dipagari Tottenham Court Road di sebelah timur, New Oxford Street di sebelah utara, Gray's Inn Road di sebelah barat, dan Euston Road di sebelah selatan. Pada masa lalu, Bloomsbury dikenal sebagai daerah bohemian yang kemudian jadi salah satu tempat berpengaruh dalam sejarah budaya Inggris awal abad ke-20. Ditemani kue, kopi, dan wiski, Virginia dan teman-temannya melanjutkan tradisi yang dimulai sejak masih tinggal di Gordon Square, meletupkan ide dan sikap pemikiran baru yang berkembang di bawah pengaruh filsuf G.E. Moore (1873-1958). Virginia bersama novelis E.M. Foster, penulis esai dan biografi Lytton Strachey, Clive Bell, Vanessa Stephen, yang kemudian menjadi Vanessa Bell, pelukis Duncan Grant, ekonom John Maynard Keynes, dan editor Desmond McCarthy, serta pemikir teori-teori politik sosialis Leonard Woolf. Pemikiran Kelompok Bloomsbury kemudian dikenal dengan berkat kepedulian besar terhadap dunia seni, pandangan kritis terhadap aneka teori ekonomi, lidah tajam yang siap berdebat serta kejujuran yang luar biasa untuk topik-topik seksual. Berangkat dari aneka adu pendapat ini, Virginia kemudian menikah dengan Leonard Woolf.
Pada awal abad ke-21, kawasan Bloomsbury masih menampakkan karakter yang kurang lebih sama, kini sesak dengan butik, galeri seni, restoran, kedai kopi, para seniman dari The Royal Academy of Dramatic Arts, toko buku, hiruk-pikuk turis yang bertandang ke British Museum, toko sandwich, juga para mahasiswa di kampus Universitas London yang berkutat dengan pemikiran kiri. Hotel Le Meridien berarsitektur Victorian di Russel Square sengaja menegas-negaskan ini dengan menamakan salah satu restorannya sebagai Virginia Woolf's Restaurant, yang menjajakan burger, pasta, dan aneka daging panggang. Penegasan yang lebih "resmi" berupa prasasti biru bundar. Di dalam situ salah satu pengurus Virginia Woolf Society in Great Britain, Stuart N. Clarke, diketahui bahwa prasasti ini semula hasil prakarsa Greater London Council, London County Council, dan Royal Society of Arts. Kini English Heritage yang menjadi penanggung jawab. Prasasti biru bundar dapat dipasang setelah sang figur meninggal selama lebih dari 20 tahun atau setelah 100 tahun terhitung dari hari kelahiran (tergantung mana yang lebih dulu) dan tidak dapat dilekatkan apabila bangunan tersebut telah diperbarui. Nama Virginia Woolf juga tertera dalam prasasti di bangunan nomor 50 di Jalan Gordon Square: here and in neighbouring houses during the first half of the 20th century there lived several members of the Bloomsbury Group including Virginia Woolf, Clive Bell, and the Stracheys.
Virginia sendiri hanya tinggal empat tahun di Fitzroy Square. Ia kemudian pindah Brunswick Square 38 dan menetap kurang dari satu tahun di sana. Seperti flat-flatnya sebelumnya, kediamannya lagi-lagi bertempat di depan taman. Dirinya, juga karakter yang ia ciptakan dalam tulisan-tulisannya, memang kerap menyusur taman-taman Kota London, bercakap-cakap seraya duduk-duduk melewatkan waktu di sana. Ia bergosip bersama John Maynard Keynes di Gordon Square Garden, bercengkerama dengan Clive Bell di Green Park, dan bertukar pikiran bersama Aldoux Huxley di Kew Gardens, kebun raya yang sampai jadi judul salah satu cerita pendeknya. Taman sepertinya jadi oase tempat Virginia Woolf meneguk inspirasi untuk karya-karyanya. Brunswick Square ini sendiri kemudian jadi tempat tinggal, sementara taman tersebut jadi tempat latihan sepak bola dan trek lari. Tak jauh dari sana, terdapat Brunswick Center, tempat supermarket dan sinema yang memutar film-film alternatif yang tidak masuk mainstream.
Namun alam bebas dapat berubah jadi menyesakkan bagi Virginia Woolf, yang selalu butuh hiruk-pikuk kehidupan kota metropolis. Setelah menikah dan Virginia kembali mengalami gangguan mental, sang suami membawanya ke pinggiran London di Hogarth House di Richmond pada 1915 agar menjauh dari segala tekanan psikologis seraya memulai usaha penerbitan mereka. Di sini Virginia mulai menggarap The Hours, yang jadi judul sementara dari karya yang kemudian berjudul Mrs. Dalloway. Namun Virginia gelisah. "Antara daerah pinggiran dan kematian," ujar Virginia, "aku lebih memilih kematian." Bulan Maret 1924, persis 79 tahun yang lalu, Virginia kembali memeluk jantung Kota London erat-erat. Ia kembali ke tempat yang selama ini ia akrabi, Bloomsbury.
Virginia Woolf menjadi amat produktif selama 15 tahun di flat nomor 52 Tavistock Square. Kumpulan esai The Common Reader dan novel Mrs. Dalloway terbit di sini. Begitu pula dengan To the Lighthouse, Orlando, dan A Room of One's Own terbit, yang menggambarkan betapa perempuan terpinggirkan dalam sejarah sastra, karya yang kemudian bernilai penting dalam bidang kajian feminis. The Waves, The Years, dan Three Guineas juga lahir di flat depan taman Tavistock Square ini. Terhitung semenjak tahun 1905, ketika pertama kali tinggal di wilayah bohemian bernama Bloomsbury ini, sudah lebih dari 500 esai yang dihasilkan Virginia.
Tahun 1939 Perang Dunia II dimulai. Perdana Menteri Chamberlain mengumumkan: "Setiap orang wajib mempertahankan negara." Ini berarti melakukan black-out, menutup jendela dengan kain gelap agar London berselimut kegelapan supaya luput dari serangan udara pesawat-pesawat musuh karena dikira daerah tak bertuan. "Black out jauh lebih membunuhku ketimbang perang itu sendiri…. Aku tak bisa lagi membayangkan London di kala damai, saat malam bercahaya dan bus lalu-lalang melewati Tavistock Square," tulis Virginia Woolf dalam buku hariannya tanggal 22 Januari 1939. Pasangan Woolf sendiri amat takut dengan peperangan lantaran Leonard berdarah Yahudi. Mereka mempersiapkan bahan bakar cukup untuk mengegas mati diri mereka sendiri apabila Inggris diserang. Bulan Agustus 1939 mereka menyewa flat di Mecklenburgh Square dan lebih banyak tinggal ke daerah pinggiran di Monk's House di daerah Rodmell. Tahun berikutnya kediaman mereka di Tavistock Square hancur diganjar bom. Kini di tempat yang dulu jadi kediaman Virginia Woolf berdiri Tavistock Hotel sejak tahun 1957. Pada tahun yang sama William Goodenough House berdiri, kini berfungsi sebagai asrama mahasiswa Universitas London. Ramai didiami penghuni, Tavistock Hotel ini sampai kini masih menawarkan kedamaian dari taman kecil Tavistock Square.
Tahun 1941, kondisi fisik Virginia menurun dan keadaan mentalnya semakin parah. Depresi semakin lama semakin menenggelamkan Virginia. Tanggal 28 Maret 1941, 62 tahun yang lalu tepat di bulan ini, Virginia memutuskan untuk menyudahi dirinya dengan menjejalkan batu dalam saku bajunya dan melangkah masuk River Ouse. Dalam pesan yang ia tinggalkan untuk Leonard, ia menulis, "Sayang, sepertinya aku kembali menjadi gila…. Aku melakukan ini karena tampaknya inilah yang terbaik…. Kamu telah memberikan kebahagiaan terindah untukku…. Aku tak bisa mengganggu hidupmu lebih lama lagi…." Kematian Virginia Woolf jadi berita di halaman depan koran-koran Inggris, yang juga beredar di kawasan Bloomsbury. "Aku baru tahu bahwa Virginia Woolf dulu tinggal di sini," kata seorang siswa Indonesia yang tinggal di asrama William Goodenough House, "dari seorang teman yang baru nonton film The Hours."
Gita Widya Laksmini (London)
Perjalanan Seorang Virginia Woolf
- 1882 Tanggal 25 Januari lahir dengan nama Adeline Virginia Stephen dari pasangan Leslie Stephen (penulis pria dari golongan Victorian, editor pertama Dictionary of National Biography)dan Julia Duckworth (dari keluarga penerbit Duckworth). Kedua orang tuanya sudah pernah menikah sebelumnya: sang ayah duda dengan satu anak, sang ibu janda dengan tiga anak. Pernikahan ini menghasilkan empat anak, Virginia lahir sebagai anak ketiga. Virginia besar dalam kalangan menengah atas aristokrasi Inggris ketika itu. Kedua saudara laki-lakinya, Thoby and Adrian, belajar di Cambridge, sementara saudara perempuannya, Vanessa, kemudian jadi pelukis. Virginia sendiri dididik oleh guru pribadi dan oleh literatur klasik dalam perpustakaan milik sang ayah.
- 1895 Sang ibu meninggal dan saat inilah Virginia mengalami awal dari episode gangguan mental akibat perlakuan seksual (sexual abuse) oleh saudara laki-laki tirinya. Sang ayah kemudian menikah lagi.
- 1899 Thoby masuk Trinity College, Cambridge, dan kemudian bertemu dengan Lytton Strachey, Leonard Woolf, dan Clive Bell. Lingkaran Cambridge ini kemudian dikenal sebagai Kelompok Bloomsbury, tempat Virginia menjadi anggota penting dan berpengaruh.
- 1904Sang ayah meninggal dunia. Virginia mengalami gangguan mental seriusnya yang kedua: ia mulai mendengar suara-suara gaib dan mencoba bunuh diri dengan meloncat keluar dari jendela. Tahun ini Virginia menerbitkan karyanya untuk pertama kali, yakni resensi tanpa nama yang dimuat di The Guardian.
46 Gordon Square, Bloomsbury, London. Januari 1905Maret 1907. (panah 1)
- 1905 Virginia mulia rutin menulis resensi dan mengajar sekali seminggu di Morley College, London, lembaga pendidikan malam hari untuk para pekerja.
- 1906 Thoby Stephen meninggal dunia. Virginia kembali mengalami gangguan mental serius.
- 1907 Setelah Thoby meninggal dunia dan Vanessa menikah dengan Clive Bell, Virginia pindah bersama Adrian ke Fitzroy Square.
29 Fitzroy Square, Bloomsbury, London. April 1907November 1911. panah 2)
- 1907 Virginia mulai menggarap novel pertamanya (kemudian terbit dengan judul The Voyage Out).
38 Brunswick Square, Bloomsbury, London. 20 November 191129 Oktober 1912 (panah 3)
- 1911 Di Brunswick Square ini, Virginia tinggal bersama-sama Adrian, Maynard Keynes, Duncan Grant, dan Leonard Woolf.
- 1912 Virginia menikah dengan Leonard Woolf dan pindah ke Clifford's Inn. Karena Virginia tak bisa meninggalkan London, Leonard melepaskan kariernya sebagai administrator kolonial di Sri Lanka (Ceylon, ketika itu).
- 1913 Percobaan bunuh diri pertama Virginia terjadi tahun ini. Pasangan Woolf kemudian pindah ke pinggiran London di Hogarth House di Richmond. Virginia kembali mengalami depresi dan delusi, mulai menolak makanan dan mencoba bunuh diri.
- 1915 The Voyage Out diterbitkan dan mendapat tanggapan yang baik dari publik. Episode kemarahan kembali terjadi.
- 1916. Virginia menulis resensi (tanpa nama) secara rutin untuk Times Literary Supplement.
- 1917 Pasangan Woolf membeli mesin cetak dan mendirikan Hogarth Press. Terbitan pertama yang dihasilkan adalah The Mark on the Wall. Hogarth Press kemudian menerbitkan karya T.S. Eliot, Freud, dan Virginia sendiri.
- 1919 Pindah ke Monk's House, Rodmell, dan menerbitkan Night and Day.
- 1920 Mulai menggarap Jacob's Room.
- 1921. Monday or Tuesday terbit.
- 1922 Jacob's Room terbit.
- 1923 Mulai menggarap The Hoursversi awal Mrs. Dalloway.
52 Tavistock Square, Bloomsbury, London. 15 Maret 1924Agustus 1939 (panah 4)
- 1924 Kembali berdiam di pusat Kota London.
- 1925 Kumpulan esai The Common Reader dan novel Mrs. Dalloway terbit. Saat itu bentuk dan teknis penulisan Virginia dipandang sebagai terobosan dari novel-novel tradisional.
- 1926 Mulai menulis To the Lighthouse.
- 1927 To the Lighthouse terbit. Mulai menulis Orlando.
- 1928 Orlando terbit.
- 1929 A Room of One's Own terbit, kumpulan esai yang menggambarkan bahwa perempuan terpinggirkan dalam sejarah sastra kemudian menjadi buku penting dalam bidang kajian feminis.
- 1930 Mulai menggarap The Waves.
- 1931The Waves terbit
- 1932 Mulai menulis The Years.
- 1934 Menulis ulang The Years.
- 1935Terus menulis ulang The Years.
- 1936 Mulai menulis Three Guineas
- 1938 Three Guineas, kritik terhadap sistem patriarki, militerisme, dan privilese, terbit.
37 Mecklenburgh Square, Bloomsbury, London. 13 Oktober 193927 Agustus 1940. (panah 5)
- 1939 Pindah ke Mecklenburgh Square namun lebih banyak tinggal di Monk's House.
- 1940 Kediaman Virginia di London diterjang bom Perang Dunia II.
- 1941 Setelah menyelesaikan Between the Acts, Virginia menjejali saku bajunya dan menenggelamkan diri sendiri di River Ouse, dekat Monk's House.
|