Pelucutan Kekuasaan Arafat |
Presiden Palestina Yasser Arafat akan lebih ringan memikul tanggung jawab setelah Mahmud Abbas, 67 tahun, bersedia ditunjuk selaku perdana menteri Rabu pekan lalu. Inilah hasil keputusan parlemen Palestina menghadapi tekanan Amerika Serikat yang mendesakkan reformasi di tubuh pemerintah otoritas Palestina. Imbalannya, AS kembali aktif terjun dalam proses perdamaian Palestina-Israel dengan skenario kemerdekaan Palestina pada 2005. Bagi AS, Abbas orang yang tepat untuk mengurangi kekuasaan Yasser Arafat.
Abbas, yang lebih dikenal dengan panggilan akrab Abu Mazen, bukan orang baru bagi Arafat. Mereka bersama-sama di organisasi Fatah selama empat dekade. Tapi keduanya bukanlah figur yang selalu sepaham. Arafat dan Abu Mazen menyimpan perbedaan pandangan tentang arah konflik dengan Israel. Abu Mazen cenderung memilih jalan moderat. "Penunjukan Abbas adalah satu langkah ke arah yang benar," kata Jonathan Peled, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel. Menurut Peled, Abbas harus memenuhi komitmen untuk memerangi aksi teror militan Palestina.
Dengan adanya jabatan perdana menteri, kekuasaan Arafat dilucuti hanya sebatas wewenang mengontrol keamanan dan pengambil keputusan akhir setiap persetujuan perdamaian dengan Israel. Selebihnya menjadi tanggung jawab Abu Mazen.
Raihul Fadjri (Reuters, BBC, AP, allAfrica.com)
|