Perdana Menteri dengan Otak Komputer |
Kongres Rakyat Nasional (parlemen) Cina menunjuk Wen Jiabao, 60 tahun, selaku perdana menteri menggantikan Zhu Rongji, Ahad 15 Maret lalu. Kursi perdana menteri ia peroleh lewat voting dengan 2.096 suara mendukungnya dan 16 suara abstain.
Wen adalah pejabat lini ketiga di jajaran Partai Komunis Cina. Ia dikenal sebagai administrator dan teknokrat yang tangguh. Selain itu, Wen dikenal birokrat berotak encer. Seorang bekas duta besar Swiss memuji Wen memiliki otak komputer.
Ia memulai kariernya pada 1965 sebagai ahli geologi di Gansu. Kariernya menanjak ketika ia berada lingkaran elite kantor pusat Partai. Ia berhasil membangun jaringan patronase di lingkungan elite Partai Komunis Cina. Wen memperoleh kepercayaan membantu orang nomor satu di PKC, dari Hu Yaobang, Zhao Ziyang, hingga Jiang Zemin. Ia nyaris terseret pusaran konflik antarelite PKC ketika mendampingi Sekjen PKC Zhao Ziyang menemui mahasiswa yang sedang mogok makan di Lapangan Tiananmen. Anehnya, Zhao tersingkir, sedangkan Wen berhasil melewati badai politik.
Wen dinilai mampu melanjutkan reformasi ekonomi yang sudah dirintis pendahulunya, Zhu Rongji, khususnya mengangkat nasib petani di pedesaan. "Kami sangat percaya kepada Wen Jiabao, karena dia telah lama menangani masalah pedesaan," kata Profesor Pan Yunhe, anggota parlemen dari Provinsi Zhejiang.
Raihul Fadjri (Reuters, BBC, AP, allAfrica.com)
|