Komposisi Surat Utang Negara Diubah |
Meski pasar dianggap tidak bagus, pemerintah tetap menerbitkan surat utang negara (SUN) senilai Rp 7,7 triliun pada akhir Maret 2003. Namun, untuk memenuhi keinginan para investor, pemerintah akan mengubah komposisinya. Semula, pemerintah hendak menerbitkan surat utang jangka panjang (treasury bond) sebesar Rp 5 triliun, dan sisanya surat utang jangka pendek (treasury bill) Rp 2,7 triliun, tapi kini komposisinya dibalik. Alasannya, permintaan surat utang jangka panjang (lebih dari setahun) ternyata lebih besar. ”Kita akan minta izin dulu ke DPR,” kata Ketua Pusat Manajemen Obligasi Negara, Fuad Rahmany, di Jakarta Jumat pekan lalu.
Menurut Fuad, ada titik temu antara keinginan pemerintah dan investor. Diungkapkannya bahwa kedua belah pihak sama-sama menginginkan surat utang jangka panjang. ”Bagi pemerintah, jangka makin panjang, ya, lebih baik,” Fuad memastikan. Akhir tahun lalu, ketika pemerintah menerbitkan surat utang jangka delapan tahun senilai Rp 2 triliun, permintaan pasar mencapai 3,5 kalinya. Melihat tren penurunan suku bunga SBI yang makin tajam dalam beberapa pekan terakhir, investor cenderung memilih surat utang jangka panjang. Pada lelang sertifikat Bank Indonesia Rabu pekan lalu, bunga SBI satu bulan mencapai 11,36 persen dan jangka tiga bulan 11,96 persen. Itu merupakan angka terendah dalam tiga tahun terakhir.
Harus diakui pula, minat investor untuk menubruk surat utang pemerintah jangka panjang memang terus meningkat. Hal ini bisa dilihat dari harga obligasi pemerintah yang terus menanjak, seperti surat utang seri FR0021 yang jatuh tempo pada tahun 2010. Surat utang seri ini sekarang diperdagangkan pada harga 113,5. Ini berarti, pemegang obligasi tersebut sudah mendapat keuntungan 13,5 poin dari ketika membeli.
|