Efisiensi Lima BUMN Mencapai Rp 7,37 Triliun |
Lima badan usaha milik negara (BUMN) berhasil membukukan efisiensi potensial senilai Rp 7,37 triliun, seperti yang dipaparkan Dirjen Lembaga Keuangan Departemen Keuangan, Darmin Nasution, 13 Maret berselang. Potensi efisiensi ini bisa dicapai setelah pemerintah mengayunkan beberapa langkah perbaikan (corrective action) berupa peningkatan efisiensi di bidang operasional, investasi, pendanaan, dan pengelolaan perusahaan. Kelima badan usaha itu ialah PT Jasa Marga, PT Garuda Indonesia, PT Pelindo, PT Perkebunan Nusantara IV, dan PT Telkom Tbk.
Berdasarkan kerja sama audit akuntan publik terhadap BUMN sejak 2001 hingga akhir 2003, menurut hasil audit itu, yang berada pada urutan pertama keberhasilan efisiensi adalah PT Telkom. Dalam kurun waktu satu tahun, Telkom berhasil menghemat Rp 5,23 triliun. Urutan berikutnya diraih PTPN IV, yang berhasil menghemat Rp 1,5 triliun, disusul Jasa Marga dengan penghematan Rp 495 juta, dan Garuda dengan Rp 120,3 juta.
Darmin Nasution mengatakan, keberhasilan lima BUMN tersebut dalam mencapai efisiensi bisa dijadikan contoh bagi BUMN lainnya. Hingga awal pekan ini, masih ada lima BUMN lagi yang berada dalam proses audit, yakni PT Semen Gresik, PT Kereta Api Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, PT Pupuk Sriwijaya, dan PT Taspen.
Kepala Perwakilan Dana Moneter Internasional untuk Indonesia, David Nellor, menyambut positif keberhasilan peningkatan efisiensi ini. IMF juga mengharapkan agar BUMN lebih responsif terhadap keinginan publik. ”Ini proses struktural agar BUMN bisa lebih efisien,” ujarnya.
|