Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 03/XXXII/17 - 23 Maret 2003
   
Agama

Darwis dari Kota New York

BILA dipandang sekilas dari sisi fisik, Kabir Edmund Helminski tak tampak sebagai sufi. Tampang mursyid (guru) tarekat Maulawiyah di Amerika Serikat itu Kaukasian: kulit putih, hidung bangir, mata sayu, dengan tubuh jangkung setinggi hampir dua meter. Jenggot, jambang, dan kumis dipangkas rapi. Kepalanya dengan warna rambut keperakan lebih sering tanpa kopiah atau sorban, aksesori yang biasa dipakai umumnya ulama. Busananya kemeja lengan pendek, berompi, dan celana panjang. Hanya sesekali dia mengenakan busana mirip jubah sepanjang bawah lutut.

Helminski berada di Indonesia selama 10 hari, pada awal Maret lalu, bersama istrinya, Camille. Mereka khusus diundang Pusaka Hati, sebuah pusat kajian spiritualitas di Jakarta, untuk berceramah di Universitas Islam Negeri Jakarta, Yogyakarta, Yayasan Paramadina Jakarta, dan kursus pengenalan tasawuf selama tiga hari di Vila Incarla Nursery kawasan Puncak, Bogor. Pusaka Hati adalah lembaga yang dikelola antara lain oleh Irma Makarim, dokter dari keluarga kondang Makarim.

Nama Helminski dikenal sebagian kalangan pemerhati spiritualitas di Indonesia melalui buku karyanya berbahasa Inggris, antara lain Living Presence: A Sufi Way of Mindfulness and the Essential Self. Karyanya bisa dilongok di deretan buku jenis New Age di toko-toko buku impor Jakarta. Jumlah penganut tarekat Maulawiyah di sini tak jelas. Helminski, yang baru pertama kali datang ke Indonesia, menduga bahwa dialah mursyid Maulawiyah pertama yang datang ke negara berpenduduk muslim terbesar di dunia ini. Sedangkan penganut tarekat di Indonesia diperkirakan 20 juta orang.

Dalam peta tasawuf dunia, Helminski adalah satu-satunya mursyid dari Barat. Laki-laki yang bertutur lembut ini lahir di Kota New York, Amerika Serikat, dari keluarga yang beragama Katolik. "Walau bukan keluarga yang religius, kami hidup di tengah keluarga yang baik," kata Helminski kepada Tempo. Rajin ke gereja sejak kecil, Helminski berubah haluan ketika menginjak remaja. Pada usia 17 tahun, ia berhenti datang ke gereja dan tertarik mempelajari spiritualitas dari berbagai agama.

Minat pribadinya itu membuatnya memilih kuliah di jurusan sejarah agama di Universitas Weslian, AS. Untuk program strata 2, Helminski memilih Institut Psikologi Transpersonal California. Sembari kuliah, dia terlibat aktif dalam organisasi olah spiritual yang memakai metode Gurdjief, tokoh spiritual Rusia. Dalam kegiatan spritualitas itulah, hati Helminski terpikat pada Camille, anggota organisasi tersebut. Menikah pada 1974, pasangan sufi itu kini dikaruniai tiga anak.

Merasa tidak cukup dengan metode Gurdjief yang dinilainya terlalu berat ke otak, Helminski melirik metode spritualitas dari tasawuf, terutama Jalaluddin Rumi, sufi dan penyair besar kelahiran Afganistan pada 1207. Sejak 1980, Helminski terbang ke Turki secara teratur untuk belajar tasawuf, terutama dari Suleiman Dede, mursyid Maulawiyah di Turki. Berkat kesungguhannya, Helminski ditunjuk oleh almarhum Dr. Celaleddin Celebi, pemimpin tarekat Maulawiyah di Turki dan penerus generasi ke-21, untuk menjadi mursyid.

Di Amerika Utara, Helminski dan Camille mendirikan Treshold Society (Masyarakat Ambang Pintu), yayasan nirlaba untuk pendidikan spiritual dengan tradisi tarekat Maulawiyah. Lembaga ini memiliki ratusan anggota aktif dan ratusan ribu orang di luar negeri yang pernah tersentuh programnya. Salah satu daya tarik Treshold, tur darwis berpusar, tarian berputar seperti gasing diiringi musik yang dipakai untuk olah spiritual tarekat ini. Nama besar Helminski dengan tarian darwis berpusar pernah dilirik penyanyi seronok Madonna untuk ilustrasi videoklip. Cuma Helminski menolak. Ia tak ingin tarian ibadat itu dipakai untuk video Madonna yang biasanya berlumuran seks. "Sema' adalah ritus yang sakral," kata Helminski.

Di luar tur seni, Treshold juga mempunyai lembaga penerbitan buku yang diakui sebagai salah satu penerbit terkemuka di Barat untuk tema tasawuf. Dalam Treshold, Camille ikut menulis buku tasawuf, menjadi guru dan mengajar ritus sema' (audisi), tradisi olah spiritual Maulawiyah. Wanita menjadi guru dalam tradisi tarekat yang didominasi laki-laki sangatlah jarang. "Jadi, dia secara resmi tidak bisa menjadi mursyid," kata Helminski.

Untuk bisnis pribadi, Helminski mendirikan lembaga Book Foundation, yang bermarkas di Inggris. Banyak menulis buku tasawuf, antara lain The Knowing Heart: A Sufi Path of Transformation, Helminski memperoleh doktor kehormatan dari Universitas Seljuk, Turki. Melihat masa lalu perjalanan hidupnya, Helminski merasa bahwa ketertarikannya pada spiritualitas merupakan garis hidupnya. "Saya terlahir untuk spiritualitas," kata Helminski.

Kelik M. Nugroho


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data