Anggota TNI-AU Menyerang Kantor Polisi |
KANTOR Kepolisian Sektor (Kampung) Makassar di Jalan Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu pekan silam diserang sekitar 20 anggota TNI-AU. Serangan disertai perusakan itu mengakibatkan Brigadir Polisi Satu Salmon Panjaitan, 26 tahun, tewas tertusuk di perutnya. Dua rekannya, Briptu Sardjuni dan Briptu Diyono, luka-luka.
Rabu tengah malam sekitar 00.30 WIB itu, beberapa sepeda motor meraung-raung mendatangi Polsek Makassar, yang sudah sepi. Tanpa basa-basi, para penyerbu berpenutup kepala ala Jamrud ini menyerang dengan batu dan kayu. Mereka merusak kaca depan di samping meja penjagaan, lalu menuju ruang pelayanan masyarakat dan menghancurkan kaca-kaca. Mobil patroli polisi yang sudah usang juga dirusak.
Briptu Salmon, yang menjadi anggota reserse kepolisian, sempat melawan sampai ke pojok kanan markasnya. Namun ia tak berkutik menghadapi orang-orang berbadan tegap itu. Sepucuk pistol Colt yang ada padanya ikut dirampas saat akan dia keluarkan. Dalam keadaan tak berdaya, sebilah pisau menembus perut sampai ke jantungnya. Para penyerang lari ke arah perempatan menuju Taman Mini Indonesia Indah.
Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Sulaiman A.B. mengatakan, Polisi Militer Angkatan Udara menahan sekitar 20 anggota TNI-AU yang diduga terlibat penyerbuan. Jika terbukti menjadi penyebab tewasnya Briptu Salmon, mereka bisa dipecat dari kesatuannya. Motivasi penyerangan, kata Sulaiman, adalah salah paham setelah mabuk. Saat ditangkap polisi dalam keadaan demikian, mereka tak terima dan malah melakukan penyerangan.
A. Manan, Kurniawan, Budi Riza (Tempo News Room)
|