Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 02/XXXII/10 - 16 Maret 2003
   
Luar Negeri

Reformasi Gagal, Stalin Bangkit Kembali

Udara dingin Kota Moskwa tak mencegah ratusan orang dari generasi tua Rusia berkumpul di Lapangan Merah, Rabu pekan lalu, untuk merayakan 50 tahun kematian tiran terbesar abad ke-20: Josef Stalin. Sebagian besar membawa bunga berwarna merah, simbol Revolusi Bolsyewik 1917, untuk diletakkan di makam Stalin.

Peringatan kematian Stalin mengherankan ketika Rusia sudah menjadi bagian dari kapitalisme. ”Stalin seorang politikus besar, diplomat, negarawan, dan panglima militer,” ujar Ketua Partai Komunis Rusia, Gennady Zyuganov.

Tiga puluh tahun pemerintahan Stalin adalah masa paling kelam dalam sejarah Uni Soviet. Stalin melakukan pembunuhan massal, pembangunan kamp penjara, dan pemindahan penduduk secara paksa. Hasilnya, sekitar 20 juta rakyat Uni Soviet tewas sebagai buah politik tangan besi selama Stalin berkuasa hingga ia wafat pada 1953. Tapi lihatlah hasil jajak pendapat pekan lalu. Lebih dari separuh responden menilai sikap antikapitalis Stalin punya peran positif dalam sejarah.

RFX (Reuters, Korea Times, BBC, Washington Post)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data