’Put Option’ 3,8 Persen Saham Indocement |
Pemerintah akan melepaskan 3,89 persen sahamnya di Indocement Tunggal Prakarsa kepada pemegang saham pengendali, Heidelberger Zement AG (Jerman). Rencananya, pemerintah akan menggunakan opsi jual (put option) 143 juta lembar saham itu sebelum tenggat (deadline) pada akhir April 2003. ”Kita akan menggunakan opsi tersebut supaya hak itu tidak hangus,” kata Menteri Negara BUMN, Laksamana Sukardi, setelah rapat dengan Komisi Industri dan Perdagangan DPR RI, Kamis pekan lalu. Tapi ia menolak mengungkapkan pada harga berapa pemerintah akan melepas sahamnya di Indocement.
Namun, bila harga saham Indocement di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang sekarang Rp 800-850 per lembar dijadikan patokan, pemerintah paling tidak akan memperoleh dana sekitar Rp 115 miliar. Di perusahaan semen ini, pemerintah masih memiliki 16,9 persen—termasuk 3,89 persen saham yang hendak dilepas. Pihak Heidelberger sendiri belum menyatakan akan membeli saham pemerintah itu atau tidak. Saat ini Heidelberger menguasai 61,9 persen dan sisanya dimiliki pemerintah Indonesia dan publik. Heidelberger menguasai Indocement setelah utang Grup Salim—perusahaan yang dulu memiliki pabrik semen kedua terbesar di Indonesia ini—selesai direstrukturisasi.
|