Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 01/XXXII/03 - 9 Maret 2003
   
Surat

Pernyataan Kwik Kian Gie

MUNGKIN Kwik Kian Gie sudah begitu jengkel sehingga mengabaikan etika partai atau etika organisasi. Dia mengeluarkan pernyataan menghebohkan bahwa PDIP partai terkorup.

Ketika saya tinggal di London tahun lalu sebagai mahasiswa, seorang kenalan yang bekerja di salah satu Bank Indonesia perawakilan London menceritakan kecemasan yang melanda bankir dan pemimpin BUMN di Indonesia.

Teman saya menggambarkan bahwa dulu, pada zaman Soeharto, pungutan liar (pungli) dilakukan dengan sistematis dan rutin. Tahu-tahu gaji kita dipotong sekian atau keuntungan perusahaan disetor sekian. Pada era Abdurrahman Wahid, itu sudah tidak ada. Tapi orang-orang Gus Dur mungkin tanpa seizin atau sepengetahuannya kerap mendatangi bankir dan pemimpin BUMN untuk minta dana. Alasannya biasanya untuk membangun masjid, pesantren, dan semacamnya.

Ketika Gus Dur diganti Megawati, para bankir bernapas lega. Eh, ternyata itu cuma sebentar. Belakangan, orang-orang PDIP malah lebih sering datang dengan jumlah permintaan yang lebih besar tanpa alasan yang jelas.

Kini M. Basuki, Ketua DPRD Surabaya dan bekas anggota PDIP, dikejar-kejar persoalan korupsi. Tentu banyak juga oknum partai lain yang begitu, seperti digambarkan Kwik. Jadi, saya berharap PDIP berintrospeksi. Saya yakin para petingginya tahu keadaan sebenarnya.

Untuk Kwik Kian Gie, saya sarankan Anda keluar saja dari PDIP karena Anda tidak cocok dengan habitat di sana. Secara etika juga Anda mestinya bisa memperbaiki dari dalam atau keluar dari partai. Menjelek-jelekkan partai sendiri memang terkesan tidak etis.

SIRKIT SYAH

Rungkut Asri Timur VII-8

Surabaya 60293


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data