Kasino Legal di Tering Bay Arena judi digelar di sebuah resor di Batam. Ada izin wali kota? |
Berdirilah sejenak di dermaga Pelabuhan Nongsa Point, Batam, pada petang hari di akhir pekan. Apabila feri Asean Raider merapat, Anda dengan mudah menyaksikan serombongan pria perlente Singapura turun dari kapal. Kapal feri yang melayari rute Batam-Singapura lima kali sehari itu membawa ratusan pelancong dari negeri seberang.
Berlibur ke Batam? Mengapa tidak? Di pulau industri ini ada aneka hiburan akhir pekan: lapangan golf, musik, dan, ahaa…, ada kasino. Dan kasino selalu meruapkan aroma judi.
Ihwal judi di Batam ini semula hanya kabar dari mulut ke mulut. Tapi Senin pekan lalu, Syamsul Paloh, Ketua Umum Badan Anti-Korupsi Batam (Bakin), membawa soal ini ke kepolisian. Syamsul, didampingi dua pengacara dari Jakarta, melaporkan Wali Kota Batam Nyat Kadir, Kepala Dinas Pariwisata Batam Buralimar, dan bos penyelenggara kasino Chandra Wijaya ke Kepolisian Resor Batam Rempang Galang (Barelang).
Nyat Kadir dan Buralimar dituduh telah bersekongkol mengeluarkan izin judi berkedok usaha hiburan kepada PT Dewa Menara Wisata pertengahan tahun 2002. Usaha hiburan itu berada di kawasan wisata terpadu eksklusif di Tering Bay Resort, sebuah hotel megah tak jauh dari Pelabuhan Nongsa Point itu.
Tidak sembarang orang bisa masuk ke resor yang diapit lapangan golf ini. Penjagaan ketat sudah menghadang sejak dari pintu masuk. Nota kesepakatan Dinas Pariwisata Batam dengan PT Dewa Menara Wisata menyebutkan, hiburan di resor ini berupaI<> baccarat, jack pot, roulette, craps, ji sie kie, black jack, poker, domino, mahyong, dan lain-lain—nama-nama permainan yang akrab di telinga para petaruh.
Warga Batam tentu saja resah. November tahun lalu, sekelompok warga Batam berunjuk rasa menuntut penutupan Tering Bay Resort. Alih-alih mendengarkan tuntutan, penjaga keamanan Tering Bay malah menembak mereka. Cornelis Lakapada, salah seorang pengunjuk rasa, tewas diterjang timah panas yang diberondongkan membabi-buta ke arah massa. Pria 30 tahun yang sehari-harinya bekerja sebagai tenaga satuan pengamanan di Batam ini tewas. "Saya masih trauma atas kejadian yang menewaskan suami saya," kata Sumarni, istri Cornelis. Ia kini pening memikirkan lima anaknya yang masih kecil ditinggal ayah.
Toh, kasus ini tak sanggup mengerem laju petaruh ke Tering Bay. Penyelenggara kasino rupanya terlalu kuat untuk digoyang. Sumber TEMPO di Batam menyebutkan, dukungan petinggi DPRD Batam menjadi penopang kelangsungan kegiatan di resor ini. Maklum, salah satu pemilik PT Dewa Menara Wisata adalah Farida Tribudiarti, istri salah satu Wakil Ketua DPRD Batam.
Pemerintah Kota Batam sendiri membantah telah mengeluarkan izin perjudian di kotanya. Menurut Rudi Syakyakirti, Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Batam, Wali Kota Nyat Kadir hanya meneken izin usaha pariwisata eksklusif dan hiburan. "Jika dalam prakteknya ada permainan judi, itu kewenangan polisi untuk menindaknya secara hukum," kata Rudi. Ia, mewakili wali kota, kemudian melapor balik ke polisi perihal pencemaran nama baik oleh Syamsul Paloh, Ketua Umum Bakin.
Semenjak Batam tumbuh menjadi kota industri, judi memang tak pernah benar-benar hengkang dari pulau ini. Kedekatannya dengan Singapura—dari pantai Batam, Kota Singapura bahkan terlihat kasatmata berupa hutan gedung menjulang—membuat judi pun berkembang di Batam. Dari sana pulalah warga kaya jiran datang untuk bertaruh.
Lima belas tahun silam, gabungan aparat keamanan yang diterbangkan dari Jakarta menggerebek pusat perjudian di Hotel Hill Top dan menahan puluhan pekerja kasino dan penjudi. Hotel berlantai empat dengan 70 kamar di Bukit Sekupang ini sudah menggelar arena perjudian sejak awal berdirinya di tahun 1988.
Setiap hari, ratusan tamu berduyun-duyun ke lantai dasar hotel untuk mengadu untung. Para petaruh datang dari Singapura dan Jakarta. Aparat keamanan di Kota Batam rupanya tak kuasa membendung sehingga polisi harus diterbangkan dari Jakarta.
Kasus ini akhirnya sampai ke pengadilan, yang mendudukkan bos PT Maju Unggul Manunggal, penyelenggara judi di Hotel Hill Top, sebagai terdakwa.
Kasino Hotel Hill Top kemudian ditutup, tapi arena perjudian tak pernah benar-benar sirna di Batam. Dan kini, di Tering Bay Resort, gemerincing koin masih beradu dengan papan roulette yang berputar membawa nasib para petaruh.
Tomi Lebang, Rumbadi Dalle (Batam)
|