|
Lantaran chikungunya merupakan turunan demam berdarah, gejala awal keduanya amat mirip. Penderita akan diserang demam tinggi, tumbuh bercak-bercak merah pada kulit, serta pegal pada persendian. Biasanya gejala ini diikuti pembengkakan pada sendi tangan dan kaki, yang juga terasa kaku, bahkan mengalami kelumpuhan sementara.
Berbeda dengan demam berdarah, chikungunya tidak berujung pada kematian. Juga tak terjadi perdarahan hebat ataupun rejatan. Hanya, penyakit yang masa inkubasinya sekitar 4 hari ini akan menerbitkan rasa nyeri hebat hingga 10 hari.
Penderita tak perlu panik. Sebab, demam tinggi dan kelumpuhan akibat virus dalam nyamuk Aedes albopictus ini akan hilang sendiri. Setelah lewat masa kritis, kelumpuhan akan berangsur reda. Dan penderita akan pulih seperti sediakala sebulan setelah gejala pertama. Untuk pengobatan, biasanya penderita akan diberi analgesik, obat penghilang rasa sakit.
Pencegahannya tak berbeda jauh dengan demam berdarah, yaitu menutup, menguras, dan mengubur barang bekas yang bisa menampung air, atau menaburkan bubuk abate pada penampungan air, juga melakukan penyemprotan (fogging) di lingkungan tempat tinggal.
|