|
Arifin Panigoro, raja minyak Indonesia, tampak bahagia Sabtu lalu. Pemilik kelompok Medco itu sedang menyaksikan Raissa, cucunya yang baru berusia empat tahun pekan depan, ikut menekan tombol peresmian peluncuran anjungan minyak di galangan kapal Keppels FELS, di pantai timur Singapura.
”Ini anjungan submersible saya yang terbesar,” kata Arifin, yang juga menjabat Ketua DPP PDIP, partai yang berkuasa saat ini. Anjungan seharga 50 juta dolar itu diberinya nama Raissa.
”Saya meneken kontrak dengan Keppel FELS senilai US$ 116 juta untuk membangun tiga buah swamp barge drilling unit,” katanya. Sebenarnya Arifin ingin galangan kapal Indonesialah yang membuatnya. Namun, ketika ditenderkan, ternyata galangan Indonesia meminta harga hampir dua kali lipat lebih mahal. ”Yang lebih gawat, waktu pengerjaannya juga dua kali lipat lebih lama,” ujarnya menambahkan.
Menurut Arifin, Raissa adalah anjungan kedua yang segera akan beroperasi. ”Besok akan diberangkatkan ke Delta Mahakam di Kalimantan Timur, mungkin butuh 15 hari untuk mencapai tujuannya,” tuturnya. Raissa akan disewakan kepada Total Fina Elf dengan ongkos US$ 46 ribu per hari, termasuk biaya operasi sekitar US$ 12 ribu per hari. Diungkapkannya, Total mengontrak ketiga unit tersebut seharga US$ 225 juta untuk tujuh tahun.
Anjungan yang ketiga, yang bernama Yani, diperkirakan akan selesai pada Mei 2003. Yani adalah nama adik perempuan Arifin satu-satunya. Anjungan yang pertama dinamakan Raisis, sesuai dengan nama istrinya. Sedangkan anjungan yang baru diresmikan itu diberi nama anak perempuannya. ”Sekarang saya kehabisan nama kalau membuat anjungan baru lagi,” tutur Arifin bercanda.
|