Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 52/XXXI/24 Februari - 02 Maret 2003
   
Pokok dan Tokoh

Miranda Goeltom

Dag-dig-dug

HARI-HARI menjelang akhir pekan lalu, detak jantung Miranda Goeltom, 54 tahun, menjadi lebih kencang, persis kayak suara tentara sedang baris-berbaris. Itu bukan hanya karena Deputi Gubernur Bank Indonesia ini diusulkan Presiden Megawati ke DPR untuk menggantikan bosnya, Syahril Sabirin. Ada sebuah peristiwa penting yang dihadapinya sepekan lalu.

Janda trendi ini sibuk mempersiapkan pernikahannya yang kedua, dengan pria pujaan hatinya yang tak lain merupakan teman lamanya, Sabtu pekan lalu, di sebuah gereja di kawasan Menteng. ”Peristiwa ini membuat saya lebih deg-degan ketimbang memikirkan pencalonan Gubernur BI,” katanya, lalu tertawa renyah.

Walau begitu, dia tak sampai keliru mencomot warna cat yang disemirkan di rambutnya. Doktor ekonomi lulusan Boston University, Amerika Serikat, ini memilih warna nan cerah, persis dengan suasana hatinya yang sedang ceria.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data