|
PESAN untuk ibu hamil: jangan pernah malas melakukan pengecekan rutin ke dokter. Sebab, hanya dengan cara itulah kemungkinan terjadinya gangguan pada janin dapat dideteksi secara dini. Memang sebagian besar pertumbuhan janin di perut ibu berlangsung normal, tapi tetap saja ada 5-6 persen janin yang pertumbuhannya terancam terhambat.
Menurut Gulardi H. Wiknjosastro, profesor dari Bagian Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran UI-RSCM, Jakarta, pertumbuhan terhambat kebanyakan terjadi akibat plasenta yang tidak sehat. Gejala itu mesti diwaspadai karena bisa berdampak pada kesakitan dan kematian janin. Bahkan, dalam jangka panjang, itu berdampak pula pada masa depan si janin. Ia berpotensi mengembangkan stroke, diabetes, hipertensi, dan penyakit paru-paru. Yang lebih menakutkan, "Risiko terancam skizofrenia sampai empat kali lipat lebih besar," ujarnya saat berbicara tentang "Deteksi dan Upaya Dini di Masa Pranatal menuju Bayi Sehat" di Jakarta pekan lalu.
|