Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 52/XXXI/24 Februari - 02 Maret 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

Herwidayatmo: "Saya Ingin Membawa Kasus Ini ke Pengadilan"

BUKAN skandal Bank Lippo itu sendiri yang membuat berang Herwidayatmo. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) ini mencak-mencak setelah gencar dituding telah bersikap kelewat lembek karena kedekatan lamanya dengan James T. Riady, bos Lippo. "Saya baik dengan semua orang," katanya.

Tak jelas apa kaitannya dengan itu, tapi bursa memang begitu "meriah" di bawah pengawasannya. Selama tiga tahun satu bulan menjabat Ketua Bapepam, berbagai kasus manipulasi saham berskala besar tak henti mengguncang pasar modal—Semen Gresik, Lippo e-Net, Indosat, Kimia Farma, dan terakhir Bank Lippo ini. Kepada Leanika Tanjung dari TEMPO, Herwid membeberkan dalihnya.

Anda disorot karena amat lembek menyikapi skandal Bank Lippo.

Kewajiban kami melakukan pemeriksaan. Mudah-mudahan bisa mengklarifikasi persoalan. Kalau memang ada pelanggaran, pasti ditindak. Mohon dimengerti, kami tidak bisa mengumpulkan data dan kemudian langsung mempublikasinya.

Apa kesalahan Lippo sejauh ini?

Kami sudah menengarai di mana kemungkinan kesalahannya. Bahan-bahan sudah kami terima, termasuk rekomendasi Bursa Efek Jakarta. Yang sudah nyata adalah laporan keuangan yang belum diaudit lalu dikatakan sudah diaudit. Soal harga saham yang berfluktuasi tentu akan kami lihat. Tapi, kalau urusan mau mengambil alih sahamnya kembali, itu bukan urusan Bapepam. Itu urusan BPPN.

Menyatakan sudah diaudit padahal belum, berarti memberi informasi menyesatkan. Apa sanksinya?

Ini sedang kami pertimbangkan. Sesuai dengan yang selama ini telah dilakukan, kami akan mengenakan sanksi administratif kepada mereka. Kalau keberatan, baru ditingkatkan ke penyidikan. Ini salah satu alternatif.

Alternatif lainnya?

Ini dulu yang dipertimbangkan. Kasusnya hampir mirip Kimia Farma, yang menggelembungkan aset. Direksi didenda Rp 1 miliar, emitennya Rp 500 juta. Tapi kami masih akan memperdalam kasus Lippo, apakah di luar itu ada upaya pengelabuan informasi atau tidak.

Bukankah pengelabuan informasi itu sudah begitu jelasnya?

Bagi kami sudah jelas. Tapi masih harus kami klarifikasi lagi ke akuntannya. Kami sependapat dengan masyarakat, ini kelalaian.

Hanya kelalaian?

Sementara masih kelalaian. Apakah ada maksud-maksud tertentu di baliknya, sedang kami periksa. Kami menduga ada pelanggaran asas keterbukaan informasi. Sedang kami cari bukti-buktinya. Kami juga mencurigai adanya manipulasi harga. Ini belum kesimpulan akhir. Tapi pemberitaan kasus ini sudah membuat reputasi Lippo hancur.

Kapan keputusan final keluar?

Soal laporan keuangan sebelum akhir Maret. Tapi, untuk yang penggorengan saham, mungkin lebih lama karena soalnya tidak sederhana.

Soal penggorengan saham, apa hasil penyelidikan Anda?

Kami sedang memperdalam pergerakan pasar dan siapa yang melakukan transaksi. Kalau betul-betul terjadi manipulasi, akan kami tindak.

Sudah jelas salah satu pelakunya adalah Ciptadana Sekuritas, perusahaan milik Lippo.

Justru itu yang sedang kami lihat, seberapa jauh itu betul-betul terjadi. Kita harus fair. Saham lainnya juga kadang bergerak seperti itu. Kami tidak akan segan-segan memberi sanksi.

Penggantian manajemen dan komisaris Lippo menunggu penyelidikan Bapepam?

Itu urusan pemegang saham. Kalau BPPN memiliki data tertentu, mereka bisa langsung menggantinya. Tapi, kalau mau menunggu Bapepam juga silakan saja.

Kasus Lippo di pasar modal banyak, tapi hukumannya selalu amat ringan.

Kasus Lippo adalah kecerobohan yang fatal. Saya ingin membawa kasus ini ke pengadilan. Kami sungguh ingin melakukannya.

Di mana kendalanya?

Mungkin kami di Bapepam masih bodoh. Berkali-kali kami selalu gagal meyakinkan kejaksaan supaya kasus seperti ini dituntut ke pengadilan. Saya tidak sedang mencari alasan. Terserah masyarakat mau menilai apa.

Sanksi lembek itu berkat kedekatan Anda dengan Lippo?

Rasanya saya baik dengan semua orang. Kedudukan saya sebagai Ketua Bapepam ataupun Deputi Menteri Negara BUMN membuat saya berinteraksi dengan banyak pihak. Anda boleh tanya apakah saya memberi perlakuan berbeda terhadap satu kelompok.

Benarkah Anda diangkat menjadi Deputi Menteri BUMN karena lobi Lippo?

Boleh tanya Menteri Keuangan waktu itu, Fuad Bawazier. Tanya juga Tanri Abeng. Kalau saya orang Lippo, kenapa Bambang Sudibyo mengangkat saya jadi Ketua Bapepam. Sekarang juga saya tidak pernah dikutak-kutik.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data