Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 52/XXXI/24 Februari - 02 Maret 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

PT Kereta Api Lagi-lagi Merugi

TARIF boleh saja naik, tapi bukan berarti kualitas pelayanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga membaik. Selama tahun lalu, kinerja finansial perusahaan maupun kualitas pelayanan dan keselamatan penumpang tidak menunjukkan peningkatan. Begitulah kesimpulan Indonesian Railway Watch (IRW) yang disiarkan Selasa pekan lalu.

Tahun lalu, perusahaan kuda besi itu tampaknya lebih besar pasak daripada tiang. Lihat saja, pendapatan PT KAI tercatat Rp 1,905 triliun, tapi pengeluarannya mencapai Rp 1,953 triliun. Ini berarti perusahaan negara itu merugi Rp 48 miliar. Hal ini diakui Direktur IRW, Taufik Hidayat, yang mengatakan, "Itu hasil terburuk sejak tahun 1993."

Selain kerugian finansial, kualitas pelayanan kereta api juga menurun. Jadwal kereta sering terlambat karena lokomotif rusak. Selama setahun, lokomotif mogok 1.726 kali. Keterlambatan itu pula yang sering menyebabkan kecelakaan. Sepanjang tahun lalu, kereta api tak ubahnya jalur maut dengan 231 kali kecelakaan. Angka itu naik tajam dari tahun 2001, sekitar 155 kali. "Nilai rapornya merah semua," ujar Taufik. Ditambahkannya, kinerja buruk PT KAI menyebabkan restrukturisasi usaha kereta api terasa kian mendesak. Dalam konteks ini, perlu dipikirkan untuk membuka peluang bisnis kereta api bagi swasta.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data